Home Wisata Jelajah Pesona Pangkalpinang #3 : Jalur Destinasi Wisata Sejarah

Jelajah Pesona Pangkalpinang #3 : Jalur Destinasi Wisata Sejarah

6 Menit Estimasi Baca
5
0
pesona pangkalpinang

Jelajah Pesona Pangkalpinang selanjutnya yang bisa kalian kunjungi adalah jalur destinasi wisata sejarah. Jalur ini mempunyai cerita sejarah yang unik yang harus kita ketahui. Karena sayang saja kalau sudah sampai Pangkalpinang tidak menyelusuri tempat wisata bersejarah. Di Pangkalpinang ada 21 Jalur Destinasi Wisata Sejarah, diantaranya :

  1. Alun-Alun Taman Merdeka (ATM)

    Pada masa pemerintahan Belanda, alun-alun ini bernama alun-alun selatan. Alun-alun Taman Merdeka merupakan pusat aktivitas berbagai kegiatan/event di kota Pangkalpinang.

  2. Tugu Pergerakan Kemerdekaan

    Terletak di jalan Merdeka berlokasi di area Tamansari. Tugu ini dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Bangka dalam mempertahankan serta merebut kemerdekaan setelah proklamasi 17 Agustus 1945. Diresmikan oleh Bung Hatta pada tahun 1949. Bentuk tugu dengan arsitek menarik dan unik terdiri atas lingga diatas yoni dan berada diatas punden berundak-undak dengan bentuk simetris mencerminkan perjuangan yang dilakukan oleh berbagai suku dan lapisan masyarakat.

  3. Rumah Eks Residen

    Masyarakat Bangka menyebutnya rumah besar karena bangunannya yang besar dengan 10 pilar pada teras yang menghadap ke arah Selatan dengan bentuk atap limasan. Bangunan bergaya arsitektur Eropa ditandai dengan banyaknya pilar, pintu utama tinggi dan besar menghadap ke arah alun-alun Selatan dan alun-alun utara serta dilengkapi jendela dan lubang ngerancang berjumlah banyak sebagai media sirkulasi udara. Saat ini rumah eks residen menjadi Rumah Dinas Walikota Pangkalpinang dan merupakan Cagar Budaya Kota Pangkalpinang.

  4. Tamansari (Wilhelmina Park)

    pesona pangkalpinang
    Tamansari

    Tamansari dirancang oleh Van Ben Benzenhorn sebagai taman, konservasi tanaman, tempat olahraga ringan dan tempat berangin-angin. Tamansari juga dijadikan sebagai nama satu kecamatan di Pangkalpinang tempat lokasi taman berada. Tamansari merupakan salah satu Cagar Budaya Kota Pangkalpinang.

  5. Panti Wangka (Societeit Concordia)

    Gedung pertemuan bagi orang-orang Belanda di Pangkalpinang. Gedung Societeit Concordia didirikan pada masa residen Bangka A.J.N Engelenberg ketika ibukota keresidenan Bangka mulai dipindahkan dari Kota Muntok ke Pangkalpinang pada tanggal 3 September 1913 Masehi. Karena bangunan ini merupakan bangunan bersejarah, baik konteks sejarah lokal maupun nasional dan sangat penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan, sejarah serta memiliki nilai sosial budaya bagi masyarakat, maka oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakal dan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Pangkalpinang, bangunan ini didaftarkan sebagai Cagar Budaya dan harus dilindungi oleh negara.

  6. Resident Cantoor

    Kantor Residen dibangun pada sisi sebelah timur Rumah residen.  Kantor ini memiliki nilai sejarah penting bagi bagi perkembangan kepemeritahan Bangka Belitung. Selain itu, Kantor Residen Bangka Belitung ini dijadikan sebagai kantor Pambantu Gubernur Sumatera Selatan untuk wilayah Bangka Belitung.

  7. Hollandsche-Chineesche School (HCS)

    Pemerintah Belanda pada tahun 1917 mendirikan HCS dan sekolah ini dijadikan Sekolah Menengah Pertama oleh Pemerintahan RI.  Sekolah ini sejak tahun 1984 dikembangkan menjadi SMP Negeri 1 Pangkalpinang.

  8. Museum Timah Indonesia (House Hill)

    Terletak di Jalan Ahmad Yani, rumah milik BTW (Banka Tinwinning Bedrjff) ini pernah dijadikan tempat perundingan pra Roem-Royen antara wakil pemerintah RI utusan Komisi Tiga Negara (KTN) dan utusan Pemerintahan Hindia Belanda karena tempat perundingan di Menumbing ,Muntok kurang representatif. Setelah masa kemerdekaan bangunan rumah ini dijadikan sebagai Museum Wisma Budaya, kemudian diubah lagi menjadi Museum Timah Indonesia dengan mengkhususkan koleksinya pada sejarah penambangan di pulau Bangka.

  9. Post, Telegraf en Telefoondiest (PTT)

    Kini berganti nama menjadi Pos Indonesia yang berada di jalan Hamidah Pangkalpinang.

  10. Rumah Sakit Bhakti Timah 

    Pada perkembangan selanjutnya sejak 1 April 1994, rumah sakit menjadi milik dan salah satu unit usaha dari Yayasan Bakti Timah. Rumah sakit ini merupakan Cagar Budaya Kota Pangkalpinang.

  11. Menara Air Minum (Watertoren)

    pesona pangkalpinang

    Bentuk bangunan mirip dua tangki raksasa berukuran 12,6 m x 9,6 m, tinggi 5 m, diameter 8,25 m ditopang instalasi bangunan yang terdapat pipa-pipa besar berfungsi untuk menyuplai air kepada pelanggan di Pangkalpinang. Menara Air Minum merupakan Cagar Budaya Kota Pangkalpinang.

  12. Wisma Timah Satoe

    Rumah ini pernah menjadi rumah dinas asisten residen Belanda ketika pemerintahan kolonial Belanda menerpakan Bestuurhervorming Wet pada tahun 1922. Bangunan Wisma Timah Satoe seluas 1.292 m², berdiri diatas lahan seluas 2.829 m² saat ini berfungsi sebagai penginapan. Bangunan Wisma Timah Satoe adalah salah satu Cagar Budaya Kota Pangkalpinang.

  13. Gereja GPIB Maranatha

    GPIB Maranatha memiliki ciri khas yang unik dan menarik karena terdapat menara jam sehingga orang Belanda sering menyebutnya Gereja Menara Jam. Gereja ini merupakan bagian dari Gereja Protestan di Indonesia (GPI). GPIB Maranatha adalah Cagar Budaya Kota Pangkalpinang.

  14. Klenteng Kwan Tie Miaw

    Merupakan salah satu klenteng tertua yang ada di Pulau Bangka. Lokasi ini diupayakan menjadi China Town dan dijadikan juga sebagai pusat upacara peringatan hari Raya Imlek, puncak hari raya Cap Go Meh, kegiatan sembahyang Rebut.

  15. Perkuburan Sentosa

    Kuburan Cina Sentosa dibangun pada tahun 1935, luas kompleks sekitar 19,945 ha sampai saat ini terdapat hampir 13 ribu makam. Yang tertua adalah makan keluarga Boen yang dipugar pada tahun ke-4 setelah pemerintahan Sun Yat Sen, jadi diperkirakan pada tahun 1915. Makan Cina ini dibangun dalam bentuk dan arsitektur yang unik dan menarik serta dihiasi dengan tulisan aksara Cina yang indah dan sangat jelas sekali menunjukkan status sosial ekonomi orang yang dimakamkan. Kompleks pemakaman merupakan makan perkuburan terbesar se-Asia Tenggara dan sangat unik dan menarik dengan arsitektur yang berbeda-beda pada tiap makam, bahkan ada makam yang dibangun dengan batu granit seharga 500 juta.

    cheng beng
    Perayaan Cheng Beng di Kuburan Cina Sentosa

    Setiap tahun diadakan tradisi Sembahyang Kubur (Cheng Beng) seluruh keluarga yang ada di perantauan pulang untuk sembahyang dan memberikan penghormatan terhadap leluhur. Puncak Cheng Beng dilaksanakan pada tiap 5 April.

  16. Goa Maria Yung Fo

    Merupakan ziarah bagi umat Katholik di Kota Pangkalpinang. Goa ini banyak di datangi oleh Umat Katholik dari Pangkalpinang dan sekitarnya serta dari luar Pulau Bangka teruatama Jakarta, Bandung, dan daerah lainnya di bulan Mei dan Oktober.

  17. Katedral Santo Yosep

    Bangunan Gereja Santo Yosef merupakan bangunan satu lantai dengan atap berbentuk limas, pada bagian depan terdapat bangunan tinggi berbentuk menara. Gereja Katedral Santo Yosef merupakan Cagar Budaya Kota Pangkalpinang.

  18. Makam Misionaris dan Bruder

    Pimpinan Gereja Katholik Bangka, Belitung dan Riau Mgr. Bouma SS. CC. meninggal di kamp tahanan Belalau, Lubuk Linggau pada tanggal 19 April 1945. Dan 11 misionaris yang masuk tahanan hanya 3 orang yang masih bertahan hidu. Pada awal tahun 1950, tulang belulang para misionaris yang meninggal di kamp tawanan jepang ini dikumpulkan dan dimakamkan lagi di Kompleks Bruderan Budi Mulia di Jalan Sungai Selan.

  19. Pemakaman Belanda (KERKHOF)

    Ada 100 makam dengan nisan bertuliskan bahasa indonesia, Jepang dan Belanda.

  20. Masjid Jamik

    Masjid Jamik merupakan salah satu masjid terbesar di Pangkalpinang. Salah satu keunikan masjid Jamik adalah antara tangga depan dengan atapnya dihiasi oleh tiang peyangga kecil sebanyak 6 tiang dapat diartikan sebagai rukun Iman. Masjid Jamik adalah salah satu Cagar Budaya Kota Pangkalpinang.
    masjid jamik

  21. Europeesce Lagere School (ELS)

    Sekolah ini dibangun pada pemerintahan Belanda. Saat ini nama Europeesce Lagere School telah diubah menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 dan menjadi salah satu Cagar Budaya Kota Pangkalpinang.

Mengenak sejarah wisata di Pangkalpinang seru kan, banyak sekali cerita sejarah dari bangunan yang saat ini masih berdiri kokoh di Pangkalpinang lho. Acara perayaan yang paling ramai adalah saat perayaan Cheng Beng karena seluruh penjuru dunia akan ziarah ke kuburan cina sentosa.

Lihat Tulisan Berkategori Wisata

5 Komentar

  1. Liswanti

    4 Maret 2016 at 3:39 pm

    Dan saya mah pengen ke mesjidnya deh, enak kali ya kesana

    Balas

    • Mariana

      4 Maret 2016 at 3:55 pm

      enaknya sih kemarin nambah hari lagi buat jelajah pesona pangkalpinang

      Balas

  2. D Sukmana Adi

    10 Maret 2016 at 10:57 am

    keren banget nih mbak..belum pernah saya kesini..

    Balas

  3. Dede Ariyanto

    14 April 2016 at 1:42 am

    Kalo liat fotonya, jadi inget goes-goes ?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik

Ikut Pemilihan Car of The Year 2017 Dapat Sepeda Motor

Siapa sih yang enggak tau tentang iCar Asia? Sebagai konsumen mobil tentu tidak asing lagi…