Home Tips Tips Merencanakan Pendidikan Anak

Tips Merencanakan Pendidikan Anak

6 Menit Estimasi Baca
32
0

Bahasan yang sangat menarik ketika Komunitas Emak Blogger (KEB) bersama Jiwasraya dan seorang Psikolog yang mengangkat tema ‘Persiapan Pendidikan Anak Menghadapi Persaingan Global’. Tema yang sangat menarik buat saya sebagai pasangan muda yang sedang bingung kapan waktu yang tepat untuk merencanakan pendidikan anak dan bagaimana caranya sebagai orang tua menemukan bakat anak kita sendiri. Nah, ada beberapa hal yang penting yang sangat baru saya dapatkan dari sharing kali ini yaitu Tips Merencanakan Pendidikan Anak.

Setiap pasangan tentu punya impian masa depan untuk anak, dimana anak akan bersekolah, bidang apa yang bagus buat anak, dan bagaimana cara anak bisa suka sama apa yang orang tua inginkan dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang menjadi obrolan serius saya dengan suami. Tak hanya dirasakan oleh pasangan muda seperti saya, Mak Mira Sahid (founder KEB) saja juga bingung mau membawa anak kearah bidang yang mana, karena cita-cita anak masih berubah-ubah.

Nurul Musyafirah (MC) dengan 2 Narasumber Elizabeth T Santosa (Psikolog) dan Mira Sahid (Founder KEB)
Nurul Musyafirah (MC) dengan 2 Narasumber Elizabeth T Santosa (Psikolog) dan Mira Sahid (Founder KEB)

Bersama Elizabeth T Santosa seorang Psikolog, saya diajak untuk mulai mengenali dan menemukan bakat anak kita sendiri sejak kecil. Setiap anak memiliki kedelapan kecerdasan, pada umumnya setiap anak memiliki 1 atau lebih kecerdasan yang menonjol. Jika orang tua bingung dan masih ragu mana kecerdasan anak, bisa dengan mencoba satu per satu dari 8 Kecerdasan Majemuk yang ada dibawah ini:

8 Kecerdasan MAJEMUK
8 Kecerdasan Majemuk

Bakat anak bisa kita ketahui dari sejak ia kecil. Minat tanpa bakat belum tentu maju, atau sebaliknya. Untuk menimbulkan minat bisa ajak anak melakukan hal-hal yang menarik agar dapat menimbulkan minat, ini tugas sebagai orang tua. Minat anak sangat banyak, pengen nulis, pengen les ballet, pengen basket, pengen melukis atau menggambar, pengen jadi ini pengen jadi itu tentu banyak sekali. Semua pasti orang tua ikuti apa mau anak harapannya anak mencapai apa yang ia cita-citakan, nah ternyata ini yang salah.

Cara Orang Tua Mendukung Cita-cita Anak:

  1. Mengidentifikasi Potensi Anak
    Orang tua harus tahu potensi anak dimana dan seperti apa, jangan biarkan anak mengalir dengan sendirinya apa yang ia sukai. Padahal sebenarnya di dalam diri anak punya potensi besar yang apabila diasah akan semakin cemerlang. Hal yang dikhawatirkan, orang tua sering kali mengikuti maunya anak mau les apa, misal anak pengen les ballet lalu orang tua memfasilitasinya, ditengah jalan anak ini berubah pikiran lagi pengen belajar alat musik saja, orang tua mendukung dan mengikuti maunya anak. Nah, disini salahnya. Orang tua belum mengidentifikasi potensi anak, makanya anak dibiarkan memilih mana yang ia suka, gak hanya rugi materi karena harus bayar biaya les yang diikuti akan tetapi juga rugi waktu dan tenaga.
  2. Mengarahkan dan Membina
    Setelah orang tua tahu potensi anak, sebaiknya orang tua mengarahkan dan membina dengan mengikutkan anak les atau ekskul untuk mengasah potensinya lebih dalam. Dengan mengikuti les sesuai dengan potensi nya, anak akan lebih nyaman dan lebih menikmati, disini juga orang tua dan anak tidak rugi waktu dan tenaga.
  3. Memotivasi
    Sebagai orang tua tentu ingin anaknya mencapai cita-cita yang ia impikan sesuai potensi anak. Memotivasi anak agar terus bersemangat dan konsisten mendalami dan mengasah potensi anak.
Peserta KEB jiwasraya
Suasana saat sharing bersama Jiwasraya dan Komunitas Emak Blogger (KEB)

Jangan seperti saya ini, saat ini saya merasa gagal menemukan potensi saya lebih awal. Saya waktu masih SD, saya suka menulis Diary di buku. Sama halnya ketika SMP dan SMA saya sering membuat puisi dan kemudian saya tulis di buku. Suka menulis sejak dari kecil, tapi saya baru menyadari potensi saya yang suka menulis itu saat saya sudah masuk kuliah. Sempat galau juga pada titik itu, malah pengen pindah kuliah ke Sastra atau bahasa. Kegalauan saya ini dimulai saat saya berani dan percaya diri menulis di blog pribadi. Cara saya menyingkapi kegalauan saya ini adalah dengan tetap menulis di blog namun saya mengambil tema tentang jurusan saat saya kuliah, yaitu Kesehatan.

Pasti tiap anak akan merasakan hal yang sama, maka dari itu saya tidak ingin kegalauan yang saya alami ini terjadi dengan anak saya nanti. Saya ingin terus mendampingi anak saya dari kecil untuk menemukan bakatnya sehingga pendidikan di masa depan sudah saya rencanakan bersama anak sesuai minat dan potensinya.

Tips Merencanakan Pendidikan Anak

Sebagai pasangan muda, saya harus menyiapkan sedini mungkin rencana pendidikan anak untuk persiapan ketika anak saya sudah memasuki bangku sekolah. Karena dana pendidikan setiap tahun mengalami kenaikan, maka saya harus merencanakan dari sekarang sehingga sudah ada alokasi dana jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Lalu bagaimana Tips Merencanakan Pendidikan Anak?

  1. Mulai Cari Informasi untuk Investasi
    Cari informasi mengenai perusahaan asuransi yang salah satu produknya adalah pendidikan. Sebelum menentukan perusahan mana yang mau digunakan ketahui siapa pemilik perusahaan asuransi tsb, uang yang terkumpul dikelola kemana, dan lihat reputasi perusahaan tersebut.
  2. Kenali Karakter Anak
    Dari anak usia 0 hingga sudah dewasa, tentu orang tua terus mendampingi anak. Karakter anak terbentuk dari keluarga, maka dari itu miliki waktu sebanyak mungkin untuk mendampingi anak agar karakter anak kuat, peduli dengan sekitar dan mudah mengendalikan emosi.
  3. Kenali Potensi Anak
    Bakat atau potensi anak terlihat dari ia kecil. Orang tua harus bisa menemukan bakat yang dimiliki anak sedini mungkin agar ketika sudah dewasa ia tidak kebingungan bidang apa yang akan ia pilih. Bisa mencoba satu per satu dengan 8 Kecerdasan Majemuk diatas. Dampingi anak disaat ia sudah menemukan potensinya agar ia terus menggali lebih dalam lagi.
  4. Sering-seringlah Ngobrol dengan Anak
    Orang tua bisa jadi teman, pelatih, fasilitator, motivator, penasehat dan sumber pengetahuan untuk anak. Maka dari itu, seringlah ajak anak ngobrol, berdiskusi atau menanyakan hal-hal ia suka atau tidak suka. Dari sinilah anak akan menjadi dekat dengan orang tua.
  5. Ajari Anak Menabung
    Dengan mengajari anak menabung sejak dini, anak akan pintar mengelola keuangannya sendiri.

5 Tips diatas inilah yang saya bicarakan dengan suami. Kami sebagai orang tua pengennya sedini mungkin kami sudah berinvestasi untuk pendidikan anak mulai dari usia 0. Sehingga ketika anak ingin bersekolah dimanapun, dana untuk pendidikan anak sudah siap. Hasil pencarian saya dan suami perusahaan asuransi mana yang akan kami pakai, saya percaya dengan Asuransi Pendidikan Jiwasraya, karena Jiwasraya punya produk pendidikan bernama JS Prestasi.

T Guntur Priyonggodo selaku Kepala Cab. Jiwasraya
T Guntur Priyonggodo selaku Kepala Cab. Jiwasraya

Mengapa Saya Memilih JS Prestasi?

JS Prestasi adalah Suatu Produk yang sangat fleksibel yang dapat membantu para Orang Tua dalam perencanaan finansial untuk kelanjutan jenjang pendidikan putera-puterinya, sesuai dengan kemampuan, kebutuhan dan keinginannya.

Jiwasraya adalah Perusahaan Asuransi 100% milik negara (BUMN), uang yang terkumpul dikelola sesuai dengan aturan negara yaitu Obligasi Pemerintah, Jiwasraya merupakan No. 2 terbesar di Indonesia, dengan didukung oleh 17 Kantor Wilayah dan 71 Kantor Cabang Jiwasraya memberikan kemudahan Proses klaim, Variasi Cara pembayaran premi yang Online seluruh Indonesia, dan Kemudahan bagi pemegang polis dalam mengurus administrasi apabila terjadi pindah kantor.

Jangan takut gak konsisten bayar premi, karena dengan Jiwasraya bisa disiplin bayar premi dengan autodebit. Kemudahan lainnya yang membedakan dengan asuransi lain yaitu dengan JS Prestasi terima manfaat bebas premi sebanyak 4x. Ha ini disampaikan langsung oleh Bapak T Guntur Priyonggodo selaku Kepala Cabang Jiwasraya.

Meskipun saat ini saya sedang hamil, Pak Guntur menyarankan untuk asuransi pendidikan anak sedini mungkin karena semakin lama preminya akan semakin sedikit.

Berikut ilustrasi JS Prestasi:

Untuk informasi lebih lanjut tentang JS Prestasi atau produk Jiwasraya lainnya, bisa langsung kunjungi:

  • Website: http://www.jiwasraya.co.id/
  • Twitter: @jiwasraya
  • Facebook: https://www.facebook.com/asuransi.jiwasraya
  • Kantor Pusat Jiwasraya
    JL. Ir. H. Juanda No. 34, Jakarta Pusat
    DKI Jakarta 10120
    P : (021) 3845031
    E : asuransi@jiwasraya.co.id
Lihat Tulisan Berkategori Tips

32 Komentar

  1. Adriana Dian

    4 September 2016 at 9:02 pm

    Kece banget nih reportasenyaaa. Ada videonya pulaaaa. Keren maaaak. Juarak nih pastiiii 😀 Ini mak mariana yg kemarin menang pertanyaan terbaik yaaa, hihi. Aku ga sempet kenalan langsung euy. Salam kenal ya Maaaaak. 😀

    Balas

    • Mariana

      5 September 2016 at 9:52 am

      iya mak dian.. semoga next event bisa sapa-sapa ya, kemarin agak gak enak body pas acara ini jadi gak begitu aktif nyapa semuanya hihihi
      makasih mak 🙂

      Balas

  2. Adriana Dian

    4 September 2016 at 9:06 pm

    Waaaaah kece banget nih mak reportasenya, pake video ilustrasi pulaaa. Pasti juarak niiihhh. Hihii. Kita nggak sempet kenalan langsung kmrn ya, salam kenal ya maaaak

    Balas

  3. Dee - @HEYDEERAHMA

    5 September 2016 at 10:57 am

    Wah iya penting bgt nih punya tabungan pendidikan spy kebutuhan masa depan anak lbh terencana 😉

    Balas

    • Mariana

      5 September 2016 at 12:14 pm

      iya dee.. mulai dari sekarang lebih bagus tapi kamu nikah dulu ya, hihihi

      Balas

  4. slamsr

    5 September 2016 at 11:27 am

    aku jg lagi menyusun rencana dengan menabung emas, buat biaya pendidikan anak…

    Balas

    • Mariana

      5 September 2016 at 12:15 pm

      iya mas, itu juga bisa jadi pilihan buat tabungan. Nabung bisa apa saja buat investasi, kalau suamiku tertarik nih sama Dinar buat investasi yang lain

      Balas

  5. Lia Harahap

    5 September 2016 at 12:38 pm

    Sebagai anak yang ga tau mau jadi apa, kepengen sekali membantu nanti keinginan dan minat anak sendiri.

    Artikel yang bermanfaat. Terima kasih Mariana 🙂

    Balas

    • Mariana

      5 September 2016 at 1:44 pm

      iya lia.. anak harus dibantu ya, harus diarahkan sesuai bakatnya

      Balas

  6. Tuty Queen

    5 September 2016 at 12:54 pm

    memilih asuransi juga harus jeli ya mak, pilih yang sudah punya track record dan banyak cabangnya 🙂

    Balas

    • Mariana

      5 September 2016 at 1:44 pm

      iya mak, kalau sudah tau track record nya kan kita jadi tenang gak was-was

      Balas

  7. Sandra

    5 September 2016 at 2:05 pm

    Wah keren & niat banget mba! Videonya bikin lbh gampang untuk ngerti JS prestasi

    Balas

    • Mariana

      5 September 2016 at 7:03 pm

      Hihihi iya mbak sandra, makasih biar yang lain juga paham

      Balas

  8. Pritahw

    5 September 2016 at 9:44 pm

    Hai mbak Mariana, ternyata hadir juga toh kmaren, salam kenal ya:) Wah, udah diskusi aja ya ma suami, tipsnya kece mbak^^

    Balas

    • Mariana

      6 September 2016 at 3:57 am

      Hai mbak prita.. iya kebetulan suami bahas ini jadi langsung bikin list nya

      Balas

  9. Andiyani

    6 September 2016 at 10:16 am

    Idem kayak mak adrian, reportasenya lengkap plus ada videonya, visualnya juga kece badai mak 🙂

    Balas

  10. Andiyani

    6 September 2016 at 10:16 am

    idem sama mak adrian, tulisannya super lengkap, ada videonya pulak, dan ilustrasinya kece

    Balas

  11. mirna kei rahardjo

    6 September 2016 at 8:38 pm

    tips perencanaan pendidikannya berguna bgt ini.. harus mulai nabung dari sekarang

    Balas

    • Mariana

      6 September 2016 at 9:55 pm

      Iya mbak. Dari sekarang mulai nabung ,meski telat pokoknya harus di mulai

      Balas

  12. Yayat

    6 September 2016 at 10:31 pm

    Moga kehamilannya lancar ya mak.. dan langsung ikut asuransi setelah lahir

    Balas

    • Mariana

      6 September 2016 at 10:33 pm

      Amin.. makasih mak
      Iya nih langsung daftar asuransi buat anak

      Balas

  13. Nurul dwi larasati

    7 September 2016 at 2:01 am

    Keren video ilustrasinya mak, ajarin dong,heheh

    Balas

    • Mariana

      15 September 2016 at 11:18 am

      boleh boleh mbak

      Balas

  14. Dewi

    7 September 2016 at 4:14 pm

    Nah, iya tuh mba Mariana. Kudu direncanain sedini mungkin yah 🙂

    Balas

    • Mariana

      12 September 2016 at 2:57 pm

      iya mbak.. sedini mungkin pokoknya sebelum ada kata terlambat

      Balas

  15. Lisna

    7 September 2016 at 6:29 pm

    Bumil mulai nabung yaa, hihihi. Mumpung belum brojol, jadi banyak2in ilmu dan tabungan yaa, hohoho. Sehat2 neng..

    Balas

    • Mariana

      12 September 2016 at 2:56 pm

      iya mbak.. harus dari sekarang ya

      Balas

  16. febrianty

    18 September 2016 at 6:55 pm

    Tips perencanan buat pendidikannya oke banget mbak xixi, semoga lancar ya persalinannya dan sukses terus. Hoby kita sama lho suka nulis diary dari kecil wkwkwkwk

    Balas

    • Mariana

      21 September 2016 at 8:57 pm

      makasih mba aminn

      sekarang jadi nulis di blog ya mbak gak di diary lagi 😀

      Balas

  17. Sandra

    12 Oktober 2016 at 2:59 pm

    ya ampun ini blm nikah tapi ilmunya dah cetar! Hebat euy, nanti next event colek2 ya hihihi

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik

Ikut Pemilihan Car of The Year 2017 Dapat Sepeda Motor

Siapa sih yang enggak tau tentang iCar Asia? Sebagai konsumen mobil tentu tidak asing lagi…