Home Tips Inilah Solusi Ibu Menyusui Saat Kembali Bekerja

Inilah Solusi Ibu Menyusui Saat Kembali Bekerja

6 Menit Estimasi Baca
7
0
26
Solusi Ibu Menyusui Saat Kembali Kerja

Percaya gak sih kalau ibu yang bekerja itu bisa menyusui bayinya dengan memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan bahkan bisa sampai 2 tahun lamanya? Percaya banget. Kok bisa ya? Semua hal bisa dilakukan dan ada solusinya demi sang buah hati agar tetap mendapatkan nutrisi terbaiknya. Ibu yang bekerja gak usah khawatir gak bisa ngasih ASI ke bayinya, ini ada solusi ibu menyusui saat kembali bekerja 5 hari dalam seminggu.

Sebagai calon Ibu baru yang saat ini saya sedang hamil 17 minggu, sekarang adalah masa dimana saya punya waktu yang luang untuk mencari informasi dan mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya tentang menyusui dan perawatan bayi baik di dalam kandungan maupun saat sudah lahir nanti. Termasuk informasi dan ilmu penting yang saya dapatkan di acara Blogger Gathering yang diadakan Tupperware Mall Taman Anggrek dengan Tema “Menyusui sambil bekerja? Bisa!” 

Saat ini saya memang tidak bekerja, hanya fokus menjadi Ibu Rumah Tangga dulu dan harapannya nanti saya bisa bekerja dari rumah tanpa harus pergi ke kantor setiap hari. Yang saya inginkan saat ini, ketika anak saya lahir nanti saya bisa memberikan ASI Eksklusif bahkan bisa sampai 2 tahun dan bisa mengetahui perkembangan anak saya dari bulan ke bulan dan tahun ke tahun. Tentu akan menjadi hal yang sangat membahagiakan buat Ibu dimanapun berada.

Tupperware Cutie Twee
Sharing “Menyusui sambil bekerja? Bisa!” di Tupperware Mall Taman Anggrek

Bersama Dr. Ariani Dewi Widodo, SpA(K) sharing kali ini memberikan wawasan saya bahwa ibu bekerja bisa menyusui dan ASI tetap lancar. Nah, sebelum masuk kerja kembali, sebaiknya hal-hal inilah yang harus dipersiapkan:

  1. Pemerahan ASI baik menggunakan pompa atau tangan
    Mempersiapkan alat pemerah ASI, jika menggunakan pompa bisa menggunakan pompa manual, elektrik atau pompa yang kanan kiri sama-sama efektif. Atau ada Payudara yang sulit di pompa bisa menggunakan tangan, harus dicoba dulu sebelumnya.
  2. Penyimpanan ASI sementara atau pengantaran ASI
    Pilih tempat penyimpanan ASI sementara, bisa memilih kulkas atau termos. Hal ini harus direncanakan dulu setelah ASI diperah mau diapakan dulu ASI-nya. Jika rumahnya dekat atau jauh bisa menggunakan ojek online. Pilihannya bisa apa aja sih, disimpan dulu di kantor juga bisa jika di kantor ada lemari es yang boleh dititipin ASI. Disesuaikan dengan kondisi ibu dan bayinya.

    Tips Menyimpan ASI Perah
    Tips Menyimpan ASI Perah
  3. Alat pemberian ASI dirumah dan SDM
    Saat ibu bekerja, alat pemberian ASI dirumah sebaiknya juga direncanakan apakah menggunakan pipet, botol, cawan, sendok atau lainnya. Jika dirumah bayi bersama pengasuh, sebaiknya pengasuh juga diberi edukasi bagaimana cara pemberiannya, bagaimana cara pembuatannya, dan bagaimana cara menghangatkan susunya.
  4. Komunikasi dengan atasan mengenai pumping selama bekerja, adakah waktu dan tempatnya?
    Jangan lupa saat akan masuk kerja kembali komunikasikan dengan atasan mengenai pumping, apakah ada waktu dan dimana tempatnya. Karena gak semua perusahaan menyediakan tempat/ruang khusus pumping ASI.

ASI mengandung zat-zat immunoglobulin daya tahan tubuh yang bisa membunuh kuman

Pemberian ASI bisa dengan apa aja, termasuk dengan botol. Pemilihan botol juga harus hati-hati karena ada botol-botol yang anatominya berbeda-beda, ada ukurannya berbeda-beda, bentuknya berbeda-beda, atau botol dengan fitur khusus misalnya anti kolik, yang menyerupai puting dan botol harus terbuat dari plastik yang aman karena botol tersebut akan dipakai untuk memanaskan. Jadi perlu dipastikan botol yang digunakan terbuat dari plastik yang aman supaya tidak ada zat-zat beracun yang masuk ke dalam tubuh bayi kita.

Tupperware Cutie Twee
Nipple Cutie Twee Angka 1

Cara Memilih Botol 

  1. Bebas BPA
    Saat membeli produk bayi termasuk botol yang akan digunakan sebagai alat untuk memberikan ASI, perlu diperhatikan tanda label bebas BPA, yaitu #2 HDPE, #4 LDPE, dan #5 PP. Plastik ini aman dan tidak melarutkan zat penyebab kanker.
  2. Dilengkapi dengan Dot yang Tepat
    Ukuran dot harus sesuai dengan usia bayi, sebab ukuran dot akan mempengaruhi aliran susu. Dot juga harus aman, lembut, dan bentuknya pas dengan ukuran mulut bayi. Pemilihan Dot yang tepat untuk menghindari resiko bayi tersedak.Dan ada juga akan timbul masalah-masalah lain yang terjadi saat bayi mendapatkan dot yang tidak sesuai daya isapnya:
    • Bayi terlihat begah karena terlalu banyak gas yang masuk ke dalam perut
    • Bayi sering mengalami tersedak bila aliran ASI Perah terlalu cepat
    • Bayi mengalami frustasi akibat laju aliran ASI Perah yang terlalu lambat
    • Menyebabkan gangguan fungsi saat ia belajar berbicara nantinya
    • Membuat bayi enggan minum ASI Perah
  3. Desain Ergonomis
    Desain botol ini juga penting diperhatikan, demi kenyamanan saat digenggam bayi dan Ibu.

Dalam 3 hal yang tepat saat memilih botol tersebut, Ibu tidak perlu membeli botol dan dot secara terpisah, karena produk terbaru dari Tupperware “Cutie Twee” untuk mendukung ASI Eksklusif dengan kemasan yang lucu dan pas. Cutie Twee ini terbuat dari bahan plastik yang aman, sehingga Ibu tak perlu khawatir dengan bahannya.

Tupperware Cutie Twee
Tupperware Cutie Twee dengan 2 ukuran botol

Dalam Tupperware Cutie Twee ini terdapat 3 aliran yang berbeda dalam 1 nipple, bisa diatur sesuai kebutuhan bayi sehingga Ibu tidak perlu repot lagi mencari nipple yang sesuai ukuran. Meskipun nipple ini terdapat 3 aliran, jangan sampai lupa setiap 2 bulan sekali nipple harus diganti.

Keterangan angka pada nipple menandakan kecepatan aliran susu. Tinggal pilih yang mana yang sesuai dengan kebutuhan daya isap bayi. Untuk lubang kecil ditandai dengan angka 1 dengan aliran yang lambat, sedangkan untuk aliran susu dengan lubang lebih besar yaitu ditandai dengan angka 3.

Tupperware Cutie Twee
3 Aliran di Tupperware Cutie Twee

Setiap ibu pasti ingin memberikan ASI Eksklusif dengan cara menyusui langsung, namun keadaan yang harus memaksa kita untuk memberikan ASI Perah kepada bayi kita. Ada juga pilihan lain, apabila ASI kita tidak cukup memenuhi kebutuhan bayi, kita bisa memilih untuk mendapatkan ASI Donor.

Menyusui pada malam hari lebih efektif meningkatkan produksi ASI

Apakah ASI Donor ada bahayanya?

Ada bahayanya. Jika pendonor mempunyai penyakit tertentu yang bisa ditularkan melalui ASI, melalui darah dan virus-virus yang bisa keluar melalui ASI. Sarannya perlu dilihat hasil screening nya, diantaranya:

  • Kalau bisa usianya sedekat mungkin dengan usia bayi kita
  • Produksi ASI donor harus sudah memenuhi kebutuhan bayinya. Jangan nyumbang ASI kalau kebutuhan ASI untuk bayinya belum cukup
  • Tidak mengkonsumsi obat
  • Tidak menerima transpantasi organ
  • Tidak mempunyai penyakit menular, misalnya Hepatitis B dan HIV

Mengapa ASI susah keluar / produksi ASI menurun?

Nah, apabila Ibu merasa takut bagaimana jika ASI tidak lancar atau tidak keluar jangan panik dulu. Menurut Dr. Ariani, untuk mengatasi ASI tidak lancar solusinya adalah dengan lebih sering mengosongkan ASI setiap 2-3 jam. Sebenarnya ASI tidak lancar itu bukan karena keseringan di pompa/dikosongkan, melainkan karena ASI tidak pernah kosong. Sehingga jika ASI sering kosong, tubuh Ibu akan memproduksi ASI lagi.

Ternyata jika ASI yang tidak pernah dikosongkan secara berkala bisa mengakibatkan terjadinya peradangan karena kepenuhan pada payudara Ibu atau biasa dikenal dengan Mastitis.

Untuk Ibu bekerja yang mungkin sekarang sedang bingung bagaimana agar tetap memberikan ASI selama bekerja, mungkin bisa mengikuti tips dari Dr. Ariani diatas. Sebelum bekerja sebaiknya menabung ASI perah, bisa dilakukan sebelum berangkat ke kantor atau dengan menyimpan stok ASI Perah di dalam lemari es. Jangan sampai bayi kita tidak mendapatkan ASI Eksklusif dari kita.

Semoga bermanfaat 🙂

Tupperware Cutie Twee
Tupperware Cutie Twee Besar ukuran 270 ml
Tupperware Cutie Twee
Tupperware Cutie Twee kecil ukuran 150 ml
Lihat Tulisan Berkategori Tips

7 Komentar

  1. Lily Kanaya

    3 November 2016 at 9:10 pm

    Lucu packaging botol Cutie Tweenya ya mba, si Baby pasti happy 🙂

    Balas

    • Mariana

      11 November 2016 at 11:19 am

      iya mbak, aman kalau di pegang baby nih

      Balas

  2. slamsr

    4 November 2016 at 7:54 am

    kira kira, misalkan asi tidak lancar. bisa berakibat kanker gak ya?

    Balas

    • Mariana

      4 November 2016 at 12:57 pm

      Setau aku asi gak lancar itu karena kurang dikosongkan, faktor stres dll.. nah buat ibu bekerja sebaiknya asi sering dikosongkan biar memproduksi asi lagi. Kalau payudara dibiarkan penuh dengan asi tanpa di pompa akan terjadi peradangan dan kalau sudah peradangan ASI gak boleh dikasih ke baby nya

      Balas

  3. ayu anggarini

    4 November 2016 at 10:02 am

    kece-kece banget fotonyaa, asik udah punya stok botol buat debay yg masih diperut ya maak

    Balas

    • Mariana

      11 November 2016 at 11:19 am

      iya nih mbak ayu.. rejeki baby dapat botol susu

      Balas

  4. si bibit buah tin

    19 Januari 2017 at 8:06 am

    solutif bangat bun, dapat membantu para ibu muda yang masih belum berpengalaman haha.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik

Ikut Pemilihan Car of The Year 2017 Dapat Sepeda Motor

Siapa sih yang enggak tau tentang iCar Asia? Sebagai konsumen mobil tentu tidak asing lagi…