Home Tips 4 Alasan Mengapa Harus Mulai Memilih Bahan Makanan Organik

4 Alasan Mengapa Harus Mulai Memilih Bahan Makanan Organik

3 Menit Estimasi Baca
17
0
8
Bahanan Makanan Organik

Di beberapa negara maju, bahan makanan organik kini kian diminati. Meski hal ini cukup ironis sebetulnya, karena bahan makanan non-organik sendiri mulanya banyak lahir dari negara-negara maju. Pasar organik terus tumbuh di mana-mana, trennya positif, meski porsinya masih belum seberapa dari pasar makanan keseluruhan, yaitu hanya 4%. Di Amerika Serikat diperkirakan penjualan bahan makan organik meningkat 4 kali lipat dalam 10 tahun terakhir.

Realita diatas menggambarkan bahwa kini sudah banyak orang yang mulai sadar tentang pentingnya pilihan makanan mereka sebagai alternatif yang lebih menyehatkan.

Lalu apa pentingnya makanan organik? Selain fakta bahwa (bahan) makanan organik dihasilkan dari proses yang sarat akan pentingnya keberlanjutan (sustainability), makanan organik juga (sebagaimana kita ketahui bersama) sangat diusahakan terhindar dari pestisida buatan, pupuk sintetis, organisme yang dimodifikasi secara genetik dan juga radiasi pengion (ionizing radiation).

Menghindari makanan non-organik bisa dibilang selangkah lebih baik dalam upaya menjaga kualitas kesehatan pada tubuh kita. Adakalanya, dalam memilih makanan yang akan dikonsumsipun kita harus bersikap bijaksana.

Nilai manfaat dari bahan makanan organik bisa lebih tinggi dari margin harga ketika makanan organik terasa lebih mahal dari makanan non-organik. Di beberapa kasus, malah justru makanan non-organik harganya lebih mahal dari yang organik.

Sebuah studi yang dilakukan di Melbourne pada tahun 2014 (Reduction in urinary organophosphate pesticide metabolites in adults after a week-long organic diet) menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan organik dalam satu minggu dapat mengurangi tingkat pestisida urin hingga hampir 90%. Jelas, ini sebuah perbedaan yang besar.

Berikut ini adalah 4 alasan mengapa harus mulai mengkonsumsi bahan makanan organik:

Nilai gizi

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa makanan organik mengandung 19-69% lebih tinggi jumlah antioksidan daripada bahan makanan non-organik. Ini tentu hal yang masuk akal, karena bahan makanan organik belum diperlakukan dengan/atau diproteksi oleh pestisida dan/atau herbisida, karena itu bisa memiliki nilai gizi yang jauh lebih tangguh. Ini adalah kandungan yang tepat dan membantu tubuh kita menjadi lebih tangguh melawan penyakit!

Rasa

Bicara soal rasa, mungkin masih dianggap hal yang subjektif, tapi jika melihat semakin banyaknya koki profesional yang memilih bahan makanan organik karena kualitas rasa yang lebih superior, dan itu banyak diamini oleh penikmat, tidak salah jika menjadikan rasa sebagai alasan utama membeli bahan makanan organik.

Paparan Kimia

Efek negatif terhadap kesehatan yang diakibatkan oleh pestisida buatan mungkin tidak terasa langsung, tapi cepat atau lambat efeknya bisa menjadi ‘bola salju’ yang semakin sulit dikeluarkan dari dalam tubuh kita. Bahan kimia yang ikut terbawa ketika kita mengonsumsi makanan non-organik biasanya akan menyebabkan sering merasa sakit kepala, mual, bahkan kanker dan kerusakan saraf!

Meskipun kita (mungkin) tidak bisa menghindari semua racun yang memapar diri kita, setidaknya dengan memilih bahan makanan organik kita telah berupaya untuk menjaga tubuh kita dari kontaminasi zat yang sangat tidak dibutuhkan. Terlebih, banyak makanan non-organik yang telah terbukti menyebabkan masalah ketika diuji pada hewan. Tubuh kita bukan media uji coba, lebih baik tidak mengambil risiko.

Keberlanjutan

Di negara-negara maju, pertanian organik kian didukung, dengan tujuan untuk mengurangi polusi, menghemat air, mengurangi erosi tanah, meningkatkan kesuburan tanah, dan menggunakan lebih sedikit energi. Ini berarti jauh lebih baik bagi lingkungan dan dapat menghasilkan makanan yang lebih sehat untuk waktu yang lama tanpa merusak tanah. Sebab, tidak ada pestisida buatan yang digunakan, teknik ini juga lebih baik untuk semua hewan serta manusia yang tinggal di sekitarnya.

Jadi, bagaimana sekarang? Masih bertahan di yang non-organik atau mulai tertarik mengkonsumsi yang organik? :

Lihat Tulisan Berkategori Tips

17 Komentar

  1. Ety Budiharjo

    17 April 2016 at 4:53 pm

    Klu pas belanjan ke swalayan selalu beli mau beli byk ga blh distok juga…

    Balas

    • Mariana

      17 April 2016 at 7:49 pm

      masih susah ya yang orgnanik, gak semua sayuran yang dijual organik kan ya..

      Balas

  2. cumilebay.com

    11 Mei 2016 at 6:22 am

    Tapi organik identik dengan mahal dan ini biaya hdup jadi meningkat hahaha

    Balas

    • Mariana

      12 Mei 2016 at 10:02 am

      Iya..harga pasti jadi pertimbangan buat konsumsi sayuran organik

      Balas

  3. Ery Udya

    21 Mei 2016 at 1:06 pm

    bahan makanan organik memang kaya manfaat. dan yang paling utama, bahan kimianya itu gak ada 🙂

    Balas

    • Mariana

      22 Mei 2016 at 6:23 am

      Iya mbak.. gak ada kimianya.

      Balas

  4. Handdriati

    22 Mei 2016 at 9:35 am

    Padahal jaman dl smwnya organik dan smwnya murah ya, tp skrg justru organik itu mahal 🙁

    Balas

    • Mariana

      22 Mei 2016 at 12:12 pm

      beda generasi mbak, perawatannya sih yang mahal

      Balas

  5. Efi Fitriyyah

    24 Mei 2016 at 10:54 am

    Aku juga paling seneng sayuran dan buah-buahan yang organik tapi ya otu harganya mihil. Akhirnya jadi picky yang kira-kira masih bisa aku tolerir. Rasanya emang lebih enak waktu dimakan dibanding buah atau sayur biasa. Duh maunya tiap hari makan yang organik, apa daya dompet ga nyampe 😀
    btw template blognya cakep, nih.

    Balas

    • Mariana

      24 Mei 2016 at 2:58 pm

      iya nih mak.. kalau yang sehat2 mahal yaa.. tapi yang penting jaga pola makan dan gaya hidup aja mak, biar tetep bisa mencegah masalah kesehatn.. terimakasih 🙂

      Balas

  6. Dayakan Indonesia

    25 Mei 2016 at 5:51 pm

    Tipsnya bermanfaat nih Mba 🙂
    Salam kenal 🙂

    Balas

  7. Inna Riana

    26 Mei 2016 at 9:29 pm

    sayang ya sayur dan buah organik harganya belum terjangkau dan agak sulit didapat. pernah nyoba dan rasanya memang lain, lebih enak manis dan renyah 🙂

    Balas

  8. Usup Supriyadi

    28 Mei 2016 at 6:29 am

    Pertanian Organik harusnya diedukasikan kepada para petani, agar harganya tdk terlalu mahal sebab semua tanam organik, sekarang kan mahal karena yg lainnya masih pertanian non organik. Tetapi kalau harus jujur makin ke mari kondisi tanah memang sudah nggak bagus, jadi sedikit sekali yg murni organik, dan lebih kepada hibrid.

    Balas

    • Mariana

      28 Mei 2016 at 9:12 am

      iya pak.. semoga banyak petani yang teredukasi mengenai pertanian organik ya, jadi bisa lebih murah

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik

Ikut Pemilihan Car of The Year 2017 Dapat Sepeda Motor

Siapa sih yang enggak tau tentang iCar Asia? Sebagai konsumen mobil tentu tidak asing lagi…