Home Review Menjadi Generasi Digital yang Lebih Kreatif dengan Internet 4G Plus

Menjadi Generasi Digital yang Lebih Kreatif dengan Internet 4G Plus

6 Menit Estimasi Baca
2
0
1
Menjadi Generasi Digital yang Lebih Kreatif dengan Internet 4G Plus Indosat Oredoo

Internet telah mengubah banyak hal dalam kehidupan kita, mulai dari kebiasaan hidup sehari-hari hingga ke level industri dan politik. Dengan dampaknya yang luar biasa, internet juga sering menjadi tolok ukur kemajuan sebuah negara, dimana seberapa maju sebuah negara seringkali dikaitkan dengan seberapa cepat koneksi internet di negara tersebut.

Disadari atau tidak, negara-negara yang memiliki internet dengan kecepatan  tinggi memiliki pertumbuhan industri kreatif berbasis digital yang luar biasa. Hal ini menandakan bahwa internet dengan kecepatan tinggi sangat memberi pengaruh terhadap pertumbuhan start-up (bahkan hingga menjadi perusahaan raksasa) di negara-negara tersebut. Sebut saja seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Singapura, Inggris, Swedia dan lain-lain.

Lalu dimana posisi Indonesia?

Perlahan tapi pasti, tingkat kecepatan internet di Indonesia terus merangkak naik mengikuti perkembangan teknologi internet, mulai dari sistem analog, generasi kedua (2G), generasi ketiga (3G), hingga sekarang generasi keempat (4G) dengan jaringan pita lebar ultra. Yang menarik adalah pertumbuhan internet di Indonesia sangat beriringan dengan pertumbuhan produk-produk kreatif di industri digital, atau yang biasa dikenal dengan StartUp.

Darimana kita bisa tahu pertumbuhan startup Indonesia begitu tinggi?

Setidaknya ada 2 indikator yang menjadi bahan penilaian penulis. Yang pertama adalah Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC). Di helatan kompetisi inovasi teknologi yang sudah diselenggarakan sejak tahun 2006 ini selalu berhasil menarik ribuan developer tanah air dan sanggup melahirkan inovasi-inovasi digital terbaru setiap tahunnya. Bayangkan, untuk IWIC tahun 2015 saja pesertanya sampai 3.173 dan melahirkan 26 pemenang dari berbagai kategori dengan berbagai karya aplikasi mobile.

Yang kedua adalah startupranking.com. Di situs tersebut, Indonesia menempati urutan ketiga sebagai negara dengan startup terbanyak di dunia, setelah Amerika Serikat dan India. Ada lebih dari 1000 startup asal Indonesia yang terindeks. Dimana pada urutan selanjutnya disusul oleh Inggris Raya dan Brazil.

www.startupranking.com (7 Maret 2016)
www.startupranking.com (7 Maret 2016)

Kedua indikator tersebut adalah potensi sekaligus penanda bahwa industri kreatif Indonesia sedang menggeliat dan perlu diimbangi oleh beberapa faktor. Sepertinya, pola pergerakan industri kreatif ini turut dibaca pula oleh Indosat Ooredoo dengan diluncurkannya layanan 4G Plus untuk mengimbangi kebutuhan orang-orang kreatif akan internet cepat dalam menunjang aktivitasnya.

Kebutuhan akan 4G Plus di Industri Kreatif

Bukan hanya soal internet yang kini tidak sekadar digunakan sebagai media komunikasi, tapi pola komunikasinya itu sendiri justru telah mengalami banyak evolusi. Komunikasi tidak lagi hanya sebatas pada telepon atau SMS yang memiliki limit 160 karakter. Orang-orang butuh yang lebih dari sekadar itu. Dari sini saja sudah bisa kita bayangkan, bahwa internet berkecepatan tinggi seperti 4G Plus adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi.

Ada 3 manfaat langsung dari 4G Plus yang menjawab kebutuhan orang-orang kreatif akan internet kecepatan tinggi dalam memaksimalkan aktivitasnya;

Mudah mendapatkan informasi dan pengetahuan

Tidak sedikit dari mereka yang berhasil menguasai berbagai ilmu digital (semisal desain grafis dan pemogragaman) dengan mempelajarinya secara otodidak melalui internet. Ilmu yang didapat tidak hanya berupa tutorial, tapi mereka juga bisa melakukan impropisasi model untuk melahirkan karya baru yang lebih baik, kemudian melakukan komparasi dengan karya-karya lainnya yang bertebaran di internet. Ya, dengan internet mereka tidak hanya sekadar berkarya, tapi juga bisa mendapatkan perbandingan untuk peningkatan kualitas agar output produknya tidak sekadar jadi.

Mudah mendapatkan mitra

Internet dengan kecepatan tinggi sekelas 4G Plus tidak hanya memungkinkan kita terhubung dengan siapapun, tapi juga memungkinkan karya kreatif kita diakses dan dilihat oleh siapa saja. Ini sekaligus membuka potensi kemampuan kita sebagai portfolio yang diakui oleh banyak orang.

Mudah mendapatkan penghasilan

Ini yang terpenting. Cepatnya konektivitas internet bukan melulu menjadikan kita manusia yang over konsumtif. Dengan gagasan-gagasan yang imajiner, internet 4G Plus juga bisa menjadi sarana bagi kita untuk mendapatkan penghasilan.

Di tangan orang- orang kreatif, Youtube bisa menjadi mesin uang, blog bisa menjadi sumber penghasilan, aplikasi bisa menjadi tempat mendulang dolar, desain-desain yang indah bisa menjadi pencetak rupiah. Itu semua nyata, sekaligus menjadi bukti, bahwa menjadi generasi yang lebih kreatif dengan internet 4G Plus itu sangat mungkin. Minimal, kita bisa menjadi solusi atas diri kita sendiri dalam mengurangi angka pengangguran.

Ada banyak cara untuk mendapatkan penghasilan dari industri kreatif berbasis digital. Mulai dari cara yang paling sederhana, sampai ke yang paling rumit. Di level paling sederhana, kita bisa menjadi content creator.

Apa itu konten kreator?

Apalah artinya internet jika tidak ada konten? Yang menjadikan internet sedemikian gemuk, dibutuhkan oleh banyak orang dan diakses setiap hari adalah karena adanya konten. Dan konten-konten itu karena ada sang content creator di balik layarnya.

Konten-konten ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu Audio, Visual dan Audio Visual (Video). Kita bisa mengambil peran untuk membuat salah satu konten, atau bahkan ketiganya sekaligus. Tidak perlu bingung bagaimana cara mendistribusikannya ke ranah internet, kita bisa memanfaatkan blog, situs komunitas, situs marketplace, atau situs user generate content.

Berikut ini adalah beberapa contoh situs dan cara kerja mereka membayar kita.

Blog & Media Sosial (Micro Blog)

Umumnya penghasilan dari blog itu dari iklan. Iklannya bisa berupa ads banner (semisal Google Adsense) atau ulasan produk dan placement content. Perlu kesabaran dalam mendatangkan trafik dan meningkatkan peringkat reputasi agar blog kita dilirik oleh perusahan/agensi. Tidak terlalu rumit untuk membuatnya, apalagi yang gratis juga ada, semisal Blogdetik, Blogspot dan WordPress.

Untuk media sosial, jangan dianggap sepele, meski kesannya sekadar asik-asikan saja, di luaran sana ada banyak orang yang meraup jutaan rupiah setiap bulannya dari media sosial. Cara yang paling umum adalah dengan menjadi buzzer yang mempromosikan sebuah produk melalui update status/kontennya.

Blogdetik, platform blog populer di Indonesia
Blogdetik, platform blog populer di Indonesia

Youtube

Jika menonton video di Youtube, kemudian muncul iklan, harap dimaklum. Membuat video dan mengunggahnya ke Youtube membutuhkan waktu dan energi yang tidak sedikit. Melalui iklan itulah para pembuat konten (video) akan mendapatkan penghasilan yang bisa diartikan sebagai ganjaran atas kreativitas yang mereka buat. Ada segi empat hubungan yang saling menguntungkan, yaitu;

  • Pembuat Video (Content Creator): mendapatkan penghasilan
  • Google(Youtube): mendapatkan suplai konten dan pendapatan bagi hasil
  • Konsumen: mendapatkan jutaan konten gratis yang bisa diakses kapan saja
  • Perusahaan (Pengiklan): mendapatkan ruang iklan dengan segala manfaat sesuai targetnya.

Penghasilan dari Youtube tidak bisa dianggap remeh. Jika satu view saja bernilai 300 rupiah (dari iklan), bisa dibayangkan berapa penghasilan yang diperoleh Psy atas video clip Gangnam Style yang telah ditonton lebih dari 2 milyar kali? Atau bahkan untuk semua video clipnya yang telah ditonton lebih dari 5,1 milyar kali?

Market Place

Sekarang sudah banyak layanan market place, baik untuk produk fisik maupun produk digital yang siap memasarkan berbagai karya kreatif dari para pelaku usaha, developer, fotografer, ilustrator, designer dan lain sebagainya.  Beberapa marketplace yang populer dan diminati baik bagi para pelaku usaha dan content creator, maupun pengguna, adalah Cipika (produk fisik), Themforest dan Creative Market (produk digital). 

Cipika, salah satu situs e-commerce berbasis marketplace yang diminati oleh pelaku usaha dan konsumen di Indonesia
Cipika, salah satu situs e-commerce berbasis marketplace yang diminati oleh pelaku usaha dan konsumen di Indonesia

Pasar Aplikasi Selular

Ini yang sedang diminati oleh para developer. Jika punya kemampuan dalam membuat aplikasi mobile, khususnya yang berbasis Android, iOS dan Windows, kita dapat mendistribusikan karya kita di masing-masing pasar aplikasi sistem operasi tersebut. Ada 2 cara memperoleh pendapatan, yaitu pengguna membayar aplikasi kita, atau dari iklan yang tersemat pada aplikasi dimana pengguna dapat memakainya secara gratis.

Lihat Tulisan Berkategori Review

2 Komentar

  1. Dwi Wahyudi

    20 Maret 2016 at 9:15 pm

    Temennya Asmarie ya Mbak? #BloggerSemarang 🙂
    Btw, gimana kualitas 4G Plus Indosat Ooredoo disana? Kenceng gak?
    Salam buat Asmarie jangan lupa… Ma kasih banyak sebelumnya…

    Balas

    • Mariana

      25 Maret 2016 at 10:43 am

      iya mas… tapi saya sekarang di jakarta 🙂

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik

Ikut Pemilihan Car of The Year 2017 Dapat Sepeda Motor

Siapa sih yang enggak tau tentang iCar Asia? Sebagai konsumen mobil tentu tidak asing lagi…