Home Kesehatan Waspadai 7 Penyakit ini Pasca Banjir

Waspadai 7 Penyakit ini Pasca Banjir

4 Menit Estimasi Baca
0
0

Musim hujan sudah tiba, beberapa daerah malah sudah mengalami banjir. Apalagi Jakarta, hujan deras beberapa jam saja air sudah menggenangi jalan dan pemukiman warga. Kebanyakan persoalan banjir di Jakarta sih karena tidak adanya jalan air mengalir, jadi air bingung harus bemuara kemana karena jalan menuju ke hilir tidak ada. Selain itu, got kecil di pemukiman warga banyak yang buntu.

Saat ini banjir memang menjadi bencana langganan, sudah tak heran kalau Jakarta akan kena banjir. Ketika banjir datang, banyak sekali kerugian yang diterima. Tidak sedikit dari mereka yang kehilangan harta benda dirumahnya, dan mereka tidak bisa mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhannya, mereka harus mengungsi ditempat yang aman dari banjir.

Namun perlu diperhatikan juga, pasca banjir banyak sekali gangguan kesehatan yang bisa mengancam para korban banjir. Sebaiknya, sebelum banjir benar-benar melanda kita sebaiknya kita harus mewaspadai penyakit ini setelah banjir. Macam-macam gangguan yang mengancam pasca banjir antara lain :

1. Penyakit Leptospirosis

Penyakit Leptospirosis disebabkan oleh bakteri leptospira. Leptospirosis ditularkan ke manusia saat kulit kontak dengan air, tanah dan pembungkus makanan dan jamur yang tercemar urine tikus.

Jika seseorang memilik luka, bisa jadi air banir tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri leptospira, maka akan berpotensi terinfeksi. Gunakan pelindung kaki apabila terjun langsung ke daerah banjir. Dan harus selalu jaga kebersihan. Gejala yang timbul misalnya pasna tiba-tiba, sakit kepala dan menggigil, makan segeralah berobat ke poliklinik terdekat.

2. Penyakit Demam Berdarah Dengue dan Malaria

Penyakit Demam Berdarah dengue dan Malaria adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk saat musim hujan dan pasca banjir. Karena pada musim hujan banyak sampah seperti kaleng bekas dan tempat-tempat tertentu terisi oleh air, dan terjadi genangan untuk beberapa waktu.

Nah, genangan air tersebut menjadi tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti, nyamuk yang menularkan penyakit demam berdarah. Awalnya, banjir memang akan menyapu sarang nyamuk tapi setelah itu air yang tergenang akan menjadi sarang baru.

3. Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)

Pasca banjir, jamur dapat tumbuh lebih cepat dan rentan menimbulkan masalah kesehatan. Paparan jamur yang berlebihan pasca banjir dapat menyebabkan ISPA, kambuhnya asma dan alergi.

Gejala utama penyakit ini berupa batuk, nyeri dada dan lain-lain. Apabila mengalami seperti ini, makan segara beistirahatlah dan lakukan pengobatan simtomatis sesuai gelaja yang dialami. Dan jangan lupa, cegah penularan terhadap orang yang di sekitar, misalnya dengan menutup mulut ketika batuk dan tidak meludah di sembarang tempat.

4. Penyakit Diare dan Demam Typoid

Penyakit ini bisa terjadi bila mengkonsumsi air atau makanan yang tercemar banjir. Pada saat banjir, sumber air minum banyak yang tercemar. Jika di pengungsian pun sarana serba terbatas, apalagi tersedianya air bersih. Inilah yang bisa menjadi penyebab terjadinya penyakit diare. Namun, hal ini bisa di antisipasi dengan membiasakan mencuci tangan dengan sabun setiap akan makan atau minum serta sehabis buang air besar.

Selain itu, kebersihan makanan merupakan peranan penting, karena itu selalu perhatikan kebersihan makanan yang akan dikonsumsi.

5. Penyakit kulit, Infeksi dan Gatal

Kontak langsung dengan air banjir sangat rentan mengalami infeksi dan dapat menimbulkan gatal-gatal pada kulit. Bila air terkena mata, akan menimbulkan radang selaput bening mata atau penyakit mata merah. Apabila air masuk ke telinga, dapat menimbulkan radang pada telinga. Apabila air terminum, dapat menimbulkan radang tenggorokan.

Musim banjir maka masalah utama adalah kebersihan yang tidak terjaga dengan baik. Tempat dimana berkumpulnya banyak orang di pengungsian dan sangat berperan dalam penularan infeksi kulit dan infeksi lainnya.

6. Pemburukan Penyakit Kronik

Pemburukan penyakit kronik yang memang sudah diderita pada musim hujan dan banjir yang berkepanjangan dapat menyebabkan daya tahan tubuh berkurang. Sebuah studi menghubungkan peningkatan hipertensi dan sakit jantung akibat stress yang berhubungan dengan banjir.

7. Gangguan Psikis

Banjir tidak hanya menimbulkan gangguan fisik tetapi juga gangguan psikis atau emosional yang tidak bisa diabaikan. Para korban banjir rental timbul stres emosional karena melihat air bah yang besar, kehilangan harta benda dan orang-orang yang dicintai mereka merupakan tekanan psikologis yang dihadapi.

Pertolongan korban banjir tidak hanya gangguan fisik tetapi psikis mereka juga butuh bantuan. Masalah mental yang kerap menimpa korban banjir misalnya kecemasan, depresi, tidak bisa tidur dan lain-lain.

Yang perlu dipersiapkan ketika musim hujan tiba diantaranya sediakan payung, meski cuaca cerah usahakan setiap bepergian membawa payung atau jas hujan ya bunda. Nah, kalau ada genangan air di jalan atau di depan rumah, awasi sang buah hati, jangan sampai main air hujan terlalu lama.

Bunda-bunda yang lagi cemas dan was-was sama banjir, tetap tenang ya bun. Jaga kebersihan dan jaga kesehatan bunda dan keluarga dirumah ya. Lengkapi makan makanan yang bergizi, jika sempet ke pasar hehehe

Lihat Tulisan Berkategori Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik

Ikut Pemilihan Car of The Year 2017 Dapat Sepeda Motor

Siapa sih yang enggak tau tentang iCar Asia? Sebagai konsumen mobil tentu tidak asing lagi…