Home Kesehatan Vaksinasi Hepatitis B Bersama In Harmony Clinic

Vaksinasi Hepatitis B Bersama In Harmony Clinic

4 Menit Estimasi Baca
9
0

Lebih baik Mencegah daripada Mengobati, kalimat tersebut mungkin sudah sering kita dengar saat berbicara mengenai kesehatan. Banyak cara yang dilakukan untuk mencegah penyakit, Vaksinasi merupakan salah satu upaya dalam pencegahan suatu penyakit. Namun bukan berarti semua penyakit ada vaksin nya, ada beberapa vaksin yang kita butuhkan untuk membentengi tubuh kita dari virus penyakit. Kira-kira kalian sudah vaksin apa saja ya? Selain anak-anak,orang dewasa bisa vaksinasi sekarang juga.

Berbicara mengenai Vaksinasi, saya pernah vaksin Hepatitis B saat usia ±20 tahun. Waktu itu saya masih kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Semarang. Kampus yang fokus dengan pencegahan penyakit. Saya tahu informasi berbagai penyakit semenjak saya kuliah, jadi waktu ada info tentang vaksinasi Hepatitis B dari sebuah label klinik laboratorium, saya dan temen-temen sekelas antusias banget ikut vaksin.

foto by medicaltipses

Awalnya saya sempat ragu, bener gak sih ada vaksin Hepatitis B karena memang pada waktu itu berita mengenai Hepatitis B dan penularan nya itu sangat gencar dibicarakan di kampus saya. Apalagi di lingkungan kampus terdiri dari berbagai penduduk pendatang , penularan penyakit terjadi begitu cepat karena kos-kosan yang sangat padat dan kondisi lingkungan di sekitar yang kurang sehat.

Lain lagi dengan temen saya, malah ia meragukan klinik laboratorium yang menjadi lokasi vaksinasi kami, ia menanyakan kredibilitas klinik tersebut apakah benar klinik tersebut mempunyai layanan vaksin Hepatitis B atau hanya abal-abal sekedar mencari keuntungan? Pernyataan temen saya menambah keraguan saya, tapi memang ada benarnya juga kalau mau vaksin harus dengan klinik terpercaya.

Tahap Vaksinasi Hepatitis B

Karena ketakutan saya akan penularan penyakit Hepatitis B yang bisa kapan saja virus itu sampai ke tubuh saya, akhirnya saya ikut vaksin bersama temen-temen sekelas. Vaksinasi Hepatitis B dillakukan 3 tahap, yaitu bulan pertama, selisih dari tahap pertama dan kedua sekitar 1 bulan, selisih tahap kedua dan ketiga selama 6 bulan. Pada saat vaksin pertama, saya dilarang memakan dan meminum yang mengandung alkohol, misalnya Durian, Nangka, Cuka, Tape, minuman keras dan lain-lain. Pada tahap pertama vaksinasi, tidak ada reaksi yang diterima dalam tubuh saya.

Pada tahap kedua, sebulan kemudian sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh pihak penyelenggara, saya mendapat vaksinasi kedua. Reaksi yang saya terima berbeda dengan tahap pertama, pada tahap kedua ini dipilih lengan tangan kiri. Lengan tangan jadi pegel, sakit, linu dan badan terasa panas, itu yang saya dan temen-temen saya rasakan, tapi memang seperti itu reaksinya makanya setelah kami selesai vaksin tahap kedua, kami dibekali Paracetamol untuk diminum jika badan panas. Dan kalau gak salah ingat, sesaat setelah selesai tahap kedua ini tidak boleh minum es terlebih dahulu. Reaksi yang diterima masing-masing orang berbeda-beda, tergantung kekebalan tubuh. CMIIW

Tahap ketiga, 6 bulan kemudian saya kembali menjalankan proses vaksinasi yang terakhir. Pada tahap ketiga ini biasa saja, tidak ada reaksi apa-apa yang diterima dalam tubuh saya. Dengan selesai tahap ketiga ini, hati belum lega karena masih ada pemeriksaan darah yang menunjukkan keberhasilan Vaksinasi pada tubuh saya. Setelah menunggu kurang lebih 1 bulan, surat dari Laboratorium saya terima. Hasilnya saya lupa berapa persis nilai angkanya, yang saya ingat angkanya jauh dari batas minimal yang ditentukan. (Mohon maaf saya tidak bisa memperlihatkan hasilnya, karena surat tersebut berada di gudang bersama kardus buku-buku kuliah saya).

Pemberian vaksin hepatitis B dimaksudkan untuk menangkal infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Vaksinasi juga dimaksudkan untuk mencegah berbagai akibat yang dapat ditimbulkan infeksi hepatitis B, seperti kanker hati dan sirosis.

Motivasi saya ikut vaksinasi Hepatitis B karena memilih mencegah daripada mengobati, seperti halnya tagline kampus saya. Selama saya masih ada kesempatan untuk melakukan pencegahan, saya memilih mencegah. Selain Vaksinasi, upaya pencegahan suatu penyakit bisa dilakukan dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan Perilaku Cerdik, yaitu Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet Seimbang, Istirahat cukup dan Kelola Stres.

Rekomendasi Vaksinasi Hepatitis B

Vaksinasi Hepatitis B diharapkan dapat melindungi bayi dan anak-anak sebagai golongan yang berisiko tinggi terkena infeksi kronis. Vaksinasi Hepatitis B pada anak sudah termasuk dalam lima jenis imunisasi dasar. Bayi dan anak dapat memperoleh vaksinasi hepatitis B, bersama dengan imunisasi BCG, Polio, DPT-HB dan campak. Bunda-bunda sudah lengkap kan imunisasi 5 dasar untuk anaknya?

Nah, untuk Vaksinasi Hepatitis B orang dewasa bisa dilakukan dengan biaya sendiri di In Harmony Clinic. Selain vaksin Hepatitis B, In Harmony Clinic juga memberikan informasi seputar pencegahan panyakit melalui vaksinasi misalnya Pneumonia, Typhoid, Hepatitis A dan lain-lain. Lokasi In Harmony Health Clinic dan mitranya:

lokasi in harmony clinic
Lokasi In Harmony Clinic (klik gambar untuk hasil gambar yang lebih besar)

Siapa saja berisiko terkena penyakit apapun, termasuk Hepatitis B. Orang dewasa juga punya punya risiko tinggi, jika kondisinya:

  1. Memiliki pasangan yang terinfeksi hepatitis B.
  2. Mengidap penyakit hati atau ginjal kronis.
  3. Kontak dengan peralatan rumah tangga dari seseorang yang terinfeksi hepatitis B.
  4. Memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan darah atau cairan lain dari tubuh manusia.
  5. Penderita diabetes.
  6. Staf dan penghuni dalam institusi rumah sakit jiwa.
  7. Pengguna narkoba dengan jarum suntik.
  8. Penderita HIV

Tips Aman dan Tenang Melakukan Vaksinasi:

  1. Pilih Jenis Vaksinasi
  2. Pilih Lokasi Vaksinasi atau klinik Laboratorium yang terpercaya
  3. Cek fasilitas dan kredibilitas Klinik tersebut

Salam Sehat 🙂

Lihat Tulisan Berkategori Kesehatan

9 Komentar

  1. ratna dewi

    18 Juni 2016 at 9:41 pm

    Kakekku dulu meninggal karena hepatitis B, suami juga pernah hepatitis A. Penting banget buat vaksin hepatitis emang. Soalnya hepatitis emang penyakit yang banyak diderita orang dan menyebabkan kematian. Bahkan temenku sampai ada yang akhirnya kena sirosis. Kasian.

    Balas

  2. Timo

    20 Juni 2016 at 7:17 am

    Wah jd inget dulu vaksin hepatitis B diselenggarain sama kampus jd lbh murah sptnya huehe …

    Balas

    • Mariana

      20 Juni 2016 at 3:02 pm

      Sama timo. Ini juga kerjasama dg FK jadi lebih murah

      Balas

  3. Hidayah Sulistyowati

    21 Juni 2016 at 6:15 am

    Anak-anakku semuanya dapat vaksin Hepatitis B, tapi itu kan saat masih balita ya. Perlu nggak sih diulang lagi, dan saat usia berapa ya?

    Balas

    • Mariana

      21 Juni 2016 at 10:36 am

      menurut informasi yang tertulis, dari 3 tahap suntik vaksin Hepatitis B diharapkan antibodi yang terbentuk hingga 7 tahun.
      Mungkin bisa konsultasi sama dokter terdekat aja mbak 🙂

      Balas

  4. ophi ziadah

    22 Juni 2016 at 11:36 am

    utk yg beresiko terhadap virus hep b..misalnya ada keluarga atau org terdekatnya yg punya liver sebaiknya mmg divaksin yaa..mecegah penularan

    Balas

    • Mariana

      22 Juni 2016 at 8:04 pm

      iya mbak.. untuk menjaga diri kita sebaiknya kita berusaha mencegah 🙂

      Balas

  5. cumilebay

    24 Juni 2016 at 11:32 am

    Kayak nya gw blm pernah vaksin ini dech

    Balas

    • Mariana

      24 Juni 2016 at 12:32 pm

      Vaksin dong kakak.. mumpung ingat ?

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik

Ikut Pemilihan Car of The Year 2017 Dapat Sepeda Motor

Siapa sih yang enggak tau tentang iCar Asia? Sebagai konsumen mobil tentu tidak asing lagi…