Home Kesehatan Pentingnya Imunisasi bagi Anak

Pentingnya Imunisasi bagi Anak

8 Menit Estimasi Baca
6
0

Mengenai pro dan kontra mengenai pentingnya imunisasi bagi anak menjadi perbincangan yang hangat sepanjang masa. Bahkan ada orang tua yang tidak meng-imunisasikan anaknya, baik imunisasi wajib maupun imunisasi pilihan. Upaya pemerintah dengan adanya imunisasi wajib adalah untuk pencegahan terhadap anak-anak yang nantinya akan menjadi penerus bangsa di masa depan. Sehingga, sejak ia dalam kandungan hingga balita, soal pencegahan masalah kesehatan benar-benar menjadi tugas utama pemerintah.

Seperti halnya sebuah istilah bahwa Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kuratif atau pengobatan itu biayanya sangat mahal, jadi jika mempunyai waktu untuk bisa mencegah sedini mungkin kenapa harus berupaya melakukan pengobatan  dikala sedang sakit? Mari kita sama-sama belajar memahami apa itu vaksin dan manfaat imunisasi bagi anak.

Kelompok Imunisasi

Imunisasi dikelompokkan menjadi Imunisasi wajib dan Imunisasi pilihan.

  1. Imunisasi Pilihan: Imunisasi yang menggunakan vaksin yang disediakan oleh pemerintah secara gratis atau dapat membeli sendiri dengan vaksin impor.
  2. Imunisasi Wajib: Program pemerintah yang terdiri dari BCG, Polio, DPT 123, Campak, Hepatitis B, dan Hib yang mana di produksi dan didistribusikan oleh PT. Biofarma

Upaya-upaya pencegahan penyakit yang dapat dilakukan diantaranya penyediaan air bersih, nutrisi seimbang, ASI Eksklusif, menghindari indoor polution, Keluarga Berencana (KB) dan Imunisasi. Tujuan dari imunisasi salah satunya untuk menurunkan prevalensi penyakit dan melindungi seseorang terhadap penyakit tertentu sehingga yang diharapkan adalah memusnahkan penyakit dari akar-akarnya.

Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi

 

penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
Penyakit yang dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I)
  1. Polio atau poliomyelitis adalah penyakit virus yang sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf. Pada kondisi penyakit yang bertambah parah, bisa menyebabkan kesulitan bernapas, kelumpuhan, dan pada sebagian kasus menyebabkan kematian.

    Polio dapat dicegah dengan vaksinasi yang bisa memberikan kekebalan terhadap penyakit polio seumur hidup, terutama pada anak-anak.Anak-anak harus diberikan empat dosis vaksin polio tidak aktif, yaitu pada saat mereka berusia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan antara 1,5 – 2 tahun.

  2. Pertusis. Biasa disebut dengan Batuk Rejan, Batuk 100 hari disertai batuk >2 minggu diakhiri dengan muntah. Bila terjadi pada bayi kecil, nafas berhenti dan terjadi kematian.

    Vaksinasi pertusis adalah cara terbaik untuk mencegah batuk rejan. Biasanya dokter memberikan vaksin pertusis bersamaan dengan vaksin difteri, tetanus, polio (vaksin DPT) dan Hib.Jadwal vaksinasi untuk pertusis, pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 1,5 sampai 2 tahun, dan usia 5 tahun.

    Vaksin pertusis sangat aman, namun terdapat beberapa efek samping yang muncul setelah vaksinasi, seperti rasa nyeri, kulit memerah, dan pembengkakan pada bagian yang disuntik. Kemungkinan bayi juga akan menjadi mudah marah, demam, dan sering menangis.

  3. Hib (Haemophilus Influenzae tipe B) dan Pneumokokus untuk mencegah penyebaran bakteri Hib, pneumokokus dalam darah (bakteriemia), infeksi saluran napas berat (pneumonia) dan radang otak (meningitis).

    Vaksin Hib diberikan pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan 15-18 bulan, pneumokokus diberikan pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan diulang saat usia 12-15 bulan.

  4. Tetanus merupakan infeksi yang tergolong serius dan disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini umumnya terdapat dalam debu, tanah, serta kotoran hewan dan manusia. Bakteri tetanus sering kali masuk ke tubuh melalui luka terbuka akibat cidera atau luka bakar. Jika berhasil memasuki tubuh, bakteri tetanus akan berkembang biak dan melepas neurotoksin, yaitu racun yang menyerang sistem saraf.Langkah utama untuk mencegah tetanus adalah dengan vaksinasi.

    Di Indonesia, vaksin tetanus termasuk dalam daftar imunisasi wajib untuk anak. Imunisasi tetanus diberikan sebagai bagian dari vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus). Proses vaksinasi ini harus diberikan dalam lima tahap, yaitu pada usia 2, 4, 6, 18 bulan, dan 4-6 tahun.

  5. Hepatitis B dapat menular melalui darah dan cairan tubuh, misalnya sperma dan cairan vagina. Virus penyakit ini jauh lebih mudah ditularkan dibandingkan HIV. Langkah efektif dalam pencegahan hepatitis B adalah dengan vaksin. Di Indonesia sendiri, vaksin hepatitis B termasuk vaksin wajib dalam imunisasi.

    Proses pemberian vaksin dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu saat anak lahir, saat anak berusia satu bulan, dan saat anak berusia 3-6 bulan. Tetapi orang dewasa dari segala umur dianjurkan untuk menerima vaksin hepatitis B. Pemberian vaksin ini juga dianjurkan untuk mereka yang berisiko tinggi tertular hepatitis B.

  6. Difteri menyerang selaput lendir pada hidung serta tenggorokan dan terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.Difteri disebabkan oleh dua jenis bakteri, yaitu Corynebacterium diphtheriae dan Corynebacterium ulcerans. Masa inkubasi (saat bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul) penyakit ini umumnya dua hingga lima hari. Gejala-gejala yang mengindikasikan penyakit ini meliputi:
    – Terbentuknya membran abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
    – Demam dan menggigil.
    – Sakit tenggorokan dan suara serak.
    – Sulit bernapas atau napas yang cepat.
    – Pembengkakan kelenjar limfa pada leher.
    – Lemas dan lelah.
    – Hidung beringus. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang berdarah.Langkah pencegahan paling efektif untuk penyakit ini adalah dengan vaksin. Pencegahan difteri tergabung dalam vaksin DPT. Vaksin ini meliputi difteri, tetanus, dan pertusis atau batuk rejan.
    Vaksin DPT adalah salah satu dari lima imunisasi wajib bagi anak-anak di Indonesia. Pemberian vaksin ini dilakukan lima kali pada saat anak berusia dua bulan, empat bulan, enam bulan, 1,5-2 tahun, dan lima tahun.
  7. Campak adalah infeksi yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini akan memunculkan ruam di seluruh tubuh dan sangat menular. Campak bisa sangat mengganggu dan mengarah pada komplikasi yang lebih serius. Gejala campak mulai muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh.
Pentingnya imunisasi bagi anak
(Kiri) Dr. Jane dan Prof. Sri Rejeki (Kanan)

Manfaat dan Risiko Imunisasi

Imunisasi mempunyai manfaat bagi anak dan siapapun yang sudah melakukan imunisasi. Diantaranya, manfaat langsung dengan melakukan pencegahan imunisasi dapat meningkatkan kekebalan. Risiko kejadian setelah tindakan imunisasi biasanya akan terjadi ikutan pasca imunisasi (KIPI) misalnya:

  • Lokal atau sistemik
  • Ringan atau serius (SAE= Serious Adverse Event)
  • Kejadian SAE 1-2/per 1 juta dosis vaksin

Penting!!!
Jangan sampai orang tua lebih takut terhadap efek samping vaksinasi daripada penyakit penyebabnya. 

Bagaimana Jika Imunisasi Terlambat atau tidak Rutin?

Pertanyaan ini saya tanyakan dalam diskusi “Sehatkan Anak Indonesia dengan Imunisasi”, belajar dari pengalaman seorang teman di Facebook yang sempat bingung anak pertamanya harusnya sudah jatuh tempo harus imunisasi DPT-1, DPT-2 dan DPT-3, persediaan vaksin di RS habis sehingga ia harus menunda imunisasi tersebut.

Untuk bunda yang pernah mengalami hal yang sama, sebetulnya tidak perlu khawatir jika anak terlambat vaksin DPT 1,2,3 minimal interval antara DPT 1,2,3 itu 1 bulan, tidak boleh kurang dari 1 bulan akan tetapi kalau lebih dari 1 bulan boleh vaksin selanjutnya. Sehingga jika mengalami keterlambatan vaksin, silahkan dibuat jadwal ulang dengan dokter atau bidan di RS terpercaya.

Untuk Vaksin TT, saya menanyakan tentang Vaksin TT untuk wanita sebelum menikah. Meskipun dulu waktu kecil sudah mendapat vaksin tetanus, wanita sebelum menikah diwajibkan melakukan vaksin ini. Minimal setiap orang pernah vaksin 3 kali dan maksimal 5 kali. Jika sudah 5 kali suntik vaksin tetanus, kita akan mempunyai kekebalan tetanus dari selama 25 tahun.

Lain lagi dengan vaksin Hepatitis B yang interval harus tepat, tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih. Vaksin Hepatitis B interval dengan tahap vaksin selanjutnya maksimal 6 bulan.

Lima Imunisasi Dasar Lengkap

Lima Imunisasi Dasar Lengkap
Lima Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi Usia dibawah 1 Tahun
lima imunisasi dasar lengkap
Lima Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi di Usia dibawah 1 tahun

Lima Imunisasi Dasar Lengkap untuk bayi di usia di bawah 1 tahun ini bisa didapatkan dengan mengikuti program imunisasi pemerintah dengan gratis di Posyandu atau Puskesmas tedekat. Setiap anak sejak lahir pertama di dunia harus memiliki rekam kesehatan dan dicatat, sehingga ke depannya  jika si anak terjadi apa-apa mengenai kesehatannya bisa melihat lagi catatan-catatan kesehatan agar dilakukan segera upaya pencegahan.

Imunisasi yang Perlu Disiapkan untuk Anak usia Remaja

Imunisasi tidak hanya untuk anak saja, akan tetapi imunisasi lanjut hingga lansia. Sehingga perlu disiapkan imunisasi bisa dimulai sejak usia 19 tahun hingga tua. Imunisasi tersebut diantaranya:

  1. Hepatitis B: Bayi baru lahir harus di imunisasi agar tidak tertular virus hepatitis B dari ibunya.
  2. Rubella atau campak Jerman umumnya menyerang anak-anak dan remaja. Penyakit ini disebabkan oleh virus rubella dan dapat menyebar dengan sangat mudah. Penularan utamanya dapat melalui titik-titik air di udara yang berasal dari batuk atau bersin penderita.Imunisasi ini disarankan dilakukan saat hamil agar jika ibu saat hamil terkena virus ini, janin yang dalam kandungan bisa di lakukan pencegahan agar tidak tertular.
  3. Kanker Serviks. Salah satu cara untuk menekan risiko terkena penyakit tersebut adalah dengan memberikan vaksin kanker serviks.
  4. Tetanus. Dengan imunisasi tetanus maksimal 5 kali, kita sudah kebal terhadap tetanus selama 25 tahun.

Pentingnya imunisasi bagi anak

Pengawasan Khusus Distribusi Vaksin

Beredarnya kabar vaksin palsu membuat korban dan siapapun akan geram, akan tetapi BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) juga melakukan pengawasan terhadap vaksin sebagai berikut:

  1. Vaksin dalam dan luar negeri sebelum beredar disampling dan diuji untuk setiap bets (lots release)
  2. Distributor penyalur vaksin harus memiliki perlengkapan dan peralatan khusus untuk menjaga mutu vaksin (thermometer. chiller, monitoring suhu selama perjalanan, training petugas dan lain-lain)
  3. Sanksi: Penghentian sementara kegiatan penyaluran vaksin jika operasional, peralatan, dan perlengkapan tidak sesuai.
  4. Program Sertifikasi PBF penyalur vaksin/CCP oleh Badan POM (Program masih belu wajib)

Dengan adanya kerjasama dengan BPOM, Kementerian Kesehatan, dan pihak-pihak Rumah Sakit agar seluruh anak indonesia tidak menjadi korban vaksin palsu. Anak adalah generasi yang akan memegang kendali pemerintahan di masa yang akan datang.

Vaksin buatan PT Biofarma dijamin keasliannya.

 

Lihat Tulisan Berkategori Kesehatan

6 Komentar

  1. Cumilebay

    3 Agustus 2016 at 5:30 am

    Lho mmg onok tho seng kontra masalah imunisasi ?? Koyoke podo setuju kabeh kecuali masalah palsu2 iku

    Balas

    • Mariana

      3 Agustus 2016 at 12:59 pm

      ono mase.. kan ada orang tua yang enggak mau imunisasi sama sekali 🙂

      Balas

  2. fanny fristhika nila

    10 Agustus 2016 at 8:06 pm

    Aku termasuk yg percaya vaksin mbak.. duuuh, amit2 deh jgn sampe anakku kenapa2 kalo ga divaksin… terserah deh para orangtua yg anti vaksin itu, tapi aku ga pengen aja si kecil sakit cuma krn tidak divaksin… ngerasa berdosa bgt aku jd org tua kalo ampe gitu mbak… utk pencegahan, aku jg gamau cuma vaksin2 yg wajib… yg non wajib pun aku ksh.. gpp mahal toh, kalo udh sakit biayanya jd jauuuh lbh mahal kan 🙂

    Balas

    • Mariana

      11 Agustus 2016 at 9:07 am

      sippp.. bagus mbak. semoga banyak ibu2 yang sepemikiran sama mbak.
      aku sih udah vaksin yang lain juga selain vaksin wajib, buat menjaga diri 🙂

      Balas

  3. bunda asraf

    12 Agustus 2016 at 4:22 pm

    vaksin pastinya penting bgt mbak.. gak perduli kata orang apa, yg penting demi jaga2 untuk hal-hal yang tak diinginkan nantinya

    Balas

    • Mariana

      12 Agustus 2016 at 6:25 pm

      iya mbak, sebagai upaya pencegahan penyakit ya mbak 🙂

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik

Ikut Pemilihan Car of The Year 2017 Dapat Sepeda Motor

Siapa sih yang enggak tau tentang iCar Asia? Sebagai konsumen mobil tentu tidak asing lagi…