Home Kesehatan Obat TB Itu Gratis Sampai Sembuh

Obat TB Itu Gratis Sampai Sembuh

4 Menit Estimasi Baca
8
0
542
penularan Tuberkulosis aktif

Jakarta, 22 Maret 2015 – Pada Workshop Kampanye Media Sosial Hari Tuberkulosis Sedunia di Litbang Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, saya terkejut dengan adanya data pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat yang 81 % tidak tahu obat TB itu gratis, bahkan 22 % orang tidak tahu gejala TB, dan 27 % orang tidak tahu TB dapat disembuhkan. Kamu termasuk yang mana? Lalu kenapa masyarakat bisa sedemikian banyaknya tidak tahu tentang Tuberkulosis?

Tentang Tuberkulosis

Tuberkulosis bukan penyakit keturunan atau kutukan, tapi TB atau Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycrobacterium Tuberkulosis) yang mana meskipun penyakit ini menular tapi bisa disembuhkan. Namun TB juga bisa menyebabkan kematian apabila tidak diobati segera. Sebagian besar kuman TB menyerang paru-paru, maka dikenal dengan TB Paru. Ada juga TB menyerang organ lain, misalnya ginjal, usus dan lain-lainnya.

Menurut data, ada  22 % orang tidak tahu gejala TB. Apakah kamu termasuk salah satu dari mereka yang tidak tahu gejala TB? Gejala TB tidak ada ciri khas, gejalanya umum seperti mengalami gangguan kesehatan secara umum sehingga kebanyakan dari pasien TB atau anggota keluarga lain menganggap gejala tersebut adalah hal biasa. Jadi, baik keluarga kamu ada pasien TB atau tidak ada, kamu juga berhak tau gejala TB.

Gejala TB

gejala TB

  • Gejala Utama
    Batuk berdahak terus – menerus ≥ 2 – 3 minggu
  • Gejala Tambahan
    – Dahak campur darah
    – Batuk darah
    – Sesak nafas dan Nyeri dada
    – Badan terasa lemah
    – Nafsu makan turun
    – Kehilangan berat badan
    – Berkeringat pada malam hari
    – Demam lebih dari 1 bulan

Penularan TB

TB ditularkan melalui udara, sumber penularan adalah dahak pasien TB. Proses penularan TB dipengaruhi oleh jumlah kuman, lamanya kontak dengan pasien TB dan daya tahan tubuh seseorang. Kuman TB dapat bertahan beberapa jam di dalam ruangan yang tidak terkena sinar matahari dan lembab. Pembuktian apakah terkena kuman TB atau tidak harus melakukan memperiksaan dahak terlebih dahulu.

penularan TB

Kontak langsung dengan pasien TB dapat menularkan kuman, karena ketika bicara saja pasien TB mengeluarkan 0 – 210 partikel, pada saat batuk ada 0 – 3500 partikel dan ketika bersin ada 4500 – 1 juta partikel yang dikeluarkan.Maka dari itu, pasien TB diharapkan mempunyai etika saat Batuk misalnya dengan menutup mulut menggunakan tisue atau lengan tangan agar kuman tidak menyebar ke orang disekitar.

“1 orang dengan TB aktif menginfeksi 10 – 15 orang per tahun”.

Pengobatan TB

OAT (Obat Anti Tuberkulosis) TBC diberikan dalam bentuk kombinasi dari beberapa jenis dalam jumlah cukup dan dosis yang tepat selama 6 – 8 bulan supaya semua kuman dapat terbunuh.

Pembagian TB berdasarkan pengobatan:

Kategori I:

  • TB Paru BTA (+) kasus baru: belum pernah atau sudah pernah menelan OAT kurang dari satu bulan
  • TB Paru BTA (-), Rö (+) lesi luas / sakit berat: kerusakan jaringan paru yang luas
  • TB ekstra paru berat

Kategori II:

  • TB Paru kambuh : telah dinyatakan sembuh tetap kembali ditemukan BTA (+) atau biakan (+)  atau foto toraks TB aktif (pemburukan)
  • TB Paru gagal : TB yang BTA tetap positif atau positif kembali setelah akhir bulan ke ≥ 5 atau TB Paru BTA (-) menjadi BTA (+) pada akhir bulan ke-2
  • TB Paru lalai (D.O)

sembuhkan tb

Pada kasus TB Sensitif, angkat keberhasilan pengobatan TB Sensitif di Indonesia mencapai 90%, sisa 10% pasien adalah pasien yang tidak menyelesaikan pengobatan karena beberapa faktor, misalnya pasien meninggal, pindah tempat tinggal, tidak melanjutkan pengobatan atau kondisi pasien tidak respon terhadap obat yang diberikan. Setiap tahun rata-rata lebih dari 300.000 pasien yang diobati di seluruh Indonesia.

Pengobatan TB harus dilakukan secara tuntas, sebab jika tidak tuntas akan memunculkan masalah TB kebal obat (Multi Drug Resisten/MDR). Apabila kasus MDR tidak ditangani dengan tuntas dapat berkembang menjadi XDR (Xtra Drug Resisten).

“Penyebab Resisten Obat TB pada Pasien adalah karena tidak patuh minum obat”.

81 % orang tidak tahu obat TB itu gratis bisa didapatkan di puskesmas pemerintahan atau RS Pemerintahan terdekat. Lakukan pemeriksaan TB terlebih dahulu, minum obat secara disiplin dan tuntas hingga sembuh semua obat gratis. BPJS juga sudah mengcover pengobatan TB.

Informasi Layanan Tuberkulosis

Untuk mendapatkan informasi layanan tentang Tuberkulosis bisa langsung datang ke layanan kesehatan yang terpercaya atau ke puskesmas terdekat. Dalam strategi nasional dalam pengendalian TB dengan melibatkan seluruh penyedia pelayanan pemerintah, masyarakat dan swasta, mengikuti Standards fot TB Care (ISTC).

Pencegahan Tuberkulosis

TB bisa dicegah, karena pencegah lebih baik daripada mengobati. Jika kita bisa melakukan upaya pencegahan, kenapa tidak?

5 upaya pencegahan TB diantaranya :

  • Melaksanakan Pengobatan TB dengan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) dengan pengawasan hingga dinyatakan sembuh.
  • Menutup mulut dan hidung dengan menggunakan tisue/sapu tangan/lengan tangan saat batuk dan bersin bagi pasien TB. Bagi keluarga pasien TB bisa menggunakan masker jika kontak langsung dengan pasien.
  • Melakuka Imunisasi BCG pada bayi untuk mencegah Tuberkulosis berat pada anak sejak dini.
  • Membuang dahak di tenpat yang tertutup dan dibuang di tempat mengalir seperti lubang WC, atau diberi desinfektan (lisol, detergen dan lain-lain) atau membakar dahak di tempat pembuangan.
  • Menjaga agar terjadu pergantian udara dalam rumah dengan cara membuka jendela setiap hari dan menjaga agar seluruh bagian rumah terkena sinar matahari.

Selain itu menjaga kondisi tubuh juga penting dalam upaya pencegahan TB pada diri kita sendiri. Lakukan olahraga rutin, istirahat cukup, makan makanan yang bergizi agar daya tahan tubuh kuat dan tetap jaga kebersihan diri dimanapun kamu berada.

Ayo Bersatu Mengakhiri Tuberkulosis!!

Lihat Tulisan Berkategori Kesehatan

8 Komentar

  1. Ayu Anggarini

    7 April 2016 at 9:30 am

    kalo udah kena TB gini obat selama 6 bulan ga boleh putus ya mak.. semoga kita sehat2 terus yaaaa

    Balas

    • Mariana

      7 April 2016 at 9:34 am

      iya mak.. jaga kesehatan ya 🙂

      Balas

  2. Anisa AE

    9 April 2016 at 7:07 am

    Beneran gratis kah? Wah, banyak yang gak tahu info macam ini. Tahunya berobat mulu, kadang buat yang gak mampu malah dibiarkan saja. Katanya obat mahal. Duh sayang banget gak ada sosialisai.

    Balas

    • Mariana

      9 April 2016 at 11:11 am

      berobat TB harus dari awal dan tidak boleh pindah-pindah tempat berobat mbak… di puskesmas gratis dan harus di monitor juga makanya jangan pindah gitu

      Balas

  3. Lidya Fitrian

    11 April 2016 at 9:00 am

    garatis & kita juga perlu menginformasikan sama orang terdekat ya. TB yang tidak diobatai bisa resistan & menyababkan pengobatannya lebih lama & mahal jadinya.

    Balas

    • Mariana

      11 April 2016 at 10:28 am

      iya betul mbak.. banyak yang belum tau. mungkin next pemerintah lebih aktif promosi ke daerah-daerah biar masyarakat enggak males berobat

      Balas

  4. Lidya

    11 April 2016 at 9:01 am

    perlu dinformasikan ke masyarakat ya kalau pengobatan TB gratis, kalau tidak tuntas bisa resistan

    Balas

  5. 0215900978

    20 Juni 2017 at 5:38 pm

    Saya punya pacar yg baru baru ini dia mengalami batuk darah saya ingin membawanya ke rumah sakit tapi saya takut pengobatan nya itu mahal karan pacar sqya tidak ada bpjs, bagaimana caranya yah min supaya bisa dapet pengobatan gratis ? Atau ada contact center pemerintah kah supaya dapat pelayanan gratis untuk pengobatan tbc mohon bantuannya, terima kasih ????

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik

Ikut Pemilihan Car of The Year 2017 Dapat Sepeda Motor

Siapa sih yang enggak tau tentang iCar Asia? Sebagai konsumen mobil tentu tidak asing lagi…