Home Kesehatan Ibu Rumah Tangga Harus Tahu HIV dan AIDS

Ibu Rumah Tangga Harus Tahu HIV dan AIDS

4 Menit Estimasi Baca
0
0
92
peduli hiv

Akhir bulan Februari lalu, saya ikut acara yang temanya ‘Blogger Perempuan Bicara HIV’ bersama Komisi Penanggulangan AIDS Nasional. Dalam bincang-bincang ini banyak sekali informasi penting yang harus disebarluaskan. Mengenai HIV dan AIDS, kita harus bisa merubah stigma dan diskriminasi masyarakat tentang pengidap HIV dan AIDS yang diera sekarang ini masih saja orang-orang mengganggap kita bisa tertular kalau berada didekatnya.

Perbedaan HIV dan AIDS

  • HIV → Pengidap HIV positif adalah seseorang yang telah terinfeksi virus HIV, dapat menularkan penyakitnya walaupun tampak sehat dan tidak menunjukkan gelaja penyakit apapun.
  • AIDS → Pengidap AIDS adalah seseorang yang menunjukkan tanda-tanda dari sekumpulan gejala penyakit yang memerlukan pengobatan, setelah sekian waktu terinfeksi HIV.

Perlu kita tahu bahwa, perjalanan waktu sejak seseorang yang tertular HIV hingga mengidap AIDS berlangsung lama yaitu sekitar 5-10 tahun.

Cara Penularan 

  • Lewat darah
    √ Melalui transfusi darah yang tercemar HIV
    √ Pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai secara bergantian tanpa disterilkan
    √ Pemakaian jarum suntik yang berulang kali dalam kegiatan lain, misalnya penyuntikan obat, imunisasi, pemakaian alat tusuk yang menembus kulit misal alat tindik, tato dan alat facial wajah.
  • Lewat Cairan Mani dan Cairan Vagina
    √ Melalui hubungan seks penetrative (penis masuk ke dalam vagina/anus) tanpa menggunakan kondom sehingga memungkinkan kontak cairan mani atau cairan vagina.
  • Lewat air susu ibu
    √ Penularan ini dimungkinkan dari seorang ibu hamil yang HIV Positif, kemudian menyusui bayinya dengan ASI. Kemungkinan penularan dari Ibu ke bayi ini berkisar hingga 30%, artinya dari setiap 10 kehamilan dari ibu positif kemungkinan ada 3 bayi yang lahir dengan HIV positif.

“Orang-orang yang tidak tahu tentang HIV dan AIDS itu adalah orang yang beresiko”

Ibu rumah tangga, teman kalian, sahabat, keluarga dan bahkan tetangga kalian harus tahu dulu bagaimana cara penularan HIV. Kebanyakan dari mereka yang membangun stigma tentang pengidap HIV itu penyakit menular yang kalau dekat dengan pengidap akan tertular biasanya adalah orang-orang yang dangkal akan informasi tentang HIV dan AIDS.

HIV tidak ditularkan dengan cara :

  • Berpelukan dan Berjabat tangan
  • Pemaikan toilet, wastafel atau kamar mandi bersama
  • Berenang dikolam renang
  • Gigitan nyamuk atau serangga
  • Membuang ingus, batuk dan meludah
  • Pemakaian piring, alat makan/minum atau makan bersama-sama

Lalu bagaimana jika positif HIV terluka, apakah darahnya yang keluar karena luka atau tercecer bisa menularkan HIV ? Tidak. Ibu Maya menjelaskan, jika positif HIV terluka dan berdarah, darah yang bercecer di lantai bisa jadi virus yang ada di darah tersebut sudah mati. Dan, selama kita tidak ada luka pada tubuh, kita tidak tertular.

Prinsip pencegahan penularan HIV dan IMS (Infeksi Menular Seksual) dengan: 

Cegah HIV

Yang saat ini menjadi tren adalah dimana kasus HIV yang awalnya tinggi dikalangan lelaki usia produktif dengan berbagai latas belakang pekerjaan dan perilaku, sekarang telah berkembang lebih lanjut yaitu menyebabkan peningkatan penularan HIV di kalangan perempuan yang kebanyakan adalah Ibu Rumah Tangga yang tertular dari suaminya. Di Indonesia, terdata sebanyak 6,7 juta lelaku membeli seks, sementara 4,9 juta perempuan menikah dengan lelaki yang membeli seks. Fenomena ini dikenal sebagai feminisasi epidemi HIV.

Perkembangan lanjut dari epidemi ini adalah terjadinya peningkatan penularan HIV dari ibu hamil kepada bayinya. Laporan Dinas Kesehatan Provinsi mencatat, pada periode 2010 hingga November 2015 jumlah kumulatif kasus HIV yang ditemukan pada kelompok usia dibawah 4 tahun sebanyak 3.895. Hal ini menunjukkan bahwa penularan HIV dari Ibu ke anak cukup memprihatinkan. Hal ini dikarenakan ketidaktahuan ibu akan status HIV-nya.

Jika ibu hamil telah diketahui terinfeksi HIV, maka dianjurkan untuk minum obat antiretroviral agar tidak menularkan HIV ke anaknya. Terapi antiretroviral berarti mengobati infeksi HIV dengan obat-obatan antivirus. Obat tersebut tidak membunuh virus itu, namun dapat memperlambat pertumbuhan virus. Waktu pertumbuhan virus diperlambat begitu juga penyakit HIV. Orang positif HIV harus minum obat terus seumur hidup.

Misi percepatan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS pencapain 3 Zero, diantaranya :

  • Tidak ada infeksi baru
  • Tidak ada kematian karena AIDS
  • Tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap pengidap HIV/AIDS

Untuk setiap pasangan, berbicara dan berdiskusi tentang seks bukan yang tabu lagi. Kita sebagai masyarakat yang peduli akan HIV/AIDS, lakukan hal-hal penting berikut ini :

  • Informasi
    Informasi tentang kesehatan sangat perlu kita gali sendiri. Yang tidak kita ketahui, kita harus mencari tahu melalui mencarinya di interet atau bertanya langsung ke orang yang ahli dibidangnya. Pentingnya informasi tentang kesehatan, akan membantu kita lebih berhati-hati menjaga tubuh.
  • Komunikasi
    Perlunya komunikasi terhadap pasangan, mengenai latar belakang gaya hidup ketika muda, latar belakang keluarga apakah broken home atau tidak. Hal ini mungkin sepele, tapi sebagai pasangan juga harus terbuka.
  • Tes HIV dan lakukan pengobatan
    Melakukan tes HIV tidak hanya diperuntukan buat orang yang memiliki resiko saja, tapi tes HIV dilakukan untuk upaya mencegahan. Jika terdeksi sedini mungkin, upaya pengobatan HIV akan mudah.
  • Sebarluaskan
    Sebagai masyarakat yang peduli, ayo kita sebarluaskan informasi mengenai HIV/AIDS agar orang-orang tidak membangun stigma buruk terhadap pengidap HIV.

Inilah alasan mengapa Ibu Rumah Tangga harus tahu apa itu HIV/AIDS. Karena melihat tren saat ini, banyak IRT yang positif HIV, itu dikarenakan juga minim nya pengetahan status HIV kita. Ibu Rumah Tangga harus tau HIV/AIDS, agar tidak ada lagi stigma – stigma dan diskriminasi terhadap pengidap HIV terjadi dilingkungan sekitar. Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) itu berhak sehat dan harus sehat.

Jauhi virusnya, jangan orangnya!!

 

Lihat Tulisan Berkategori Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik

Ikut Pemilihan Car of The Year 2017 Dapat Sepeda Motor

Siapa sih yang enggak tau tentang iCar Asia? Sebagai konsumen mobil tentu tidak asing lagi…