Home Kesehatan Bahaya Rokok bagi Kesehatan Anak

Bahaya Rokok bagi Kesehatan Anak

7 Menit Estimasi Baca
22
0
bahaya rokok bagi kesehatan anak

Jakarta, 31 Mei 2016 – Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada tanggal 31 Mei setiap tahunnya digelar di Taman Ismail Marzuki dengan Tema “Suarakan Kebenaran, Jangan Bunuh Dirimu dengan Candu Rokok”. Acara ini diharapkan menjadi momentum masyarakat agar berani bersuara lantang untuk menyuarakan kebenaran. Jangan biarkan masyarakat membunuh dirinya dengan candu rokok yang mematikan. Dan masyarakat juga harus tahu bahaya rokok bagi kesehatan anak yang ada disekitarnya.

“Indonesia telah mencapai tingkat yang sangat memprihatinkan dalam konsumsi produk tembakau, terutama rokok”, demikian pernyataan Menteri Kesehatan RI, yang disampaikan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM pada acara talkshow sebagai puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun 2016 bertmpat di Taman Ismail Marzuki.

Fakta! Jumlah Perokok di Indonesia Memprihatinkan

Prevelansi jumlah perokok di Indonesia semakin naik. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan prevalensi perokok dari 27% pada tahun 1995, meningkat 36,3% pada tahun 2013. Artinya, jika 20 tahun yang lalu dari setiap 3 orang Indonesia 1 orang diantaranya adalah perokok, maka dewasa ini dari setiap 3 orang Indonesia, 2 orang diantaranya adalah perokok.

Keadaan ini semakin mengkhawatirkan karena prevalensi perokok perempuan turut meningkat 4,2 % pada tahun 1995 menjadi 6,7% pada tahun 2013. Dengan demikian pada usian 20 tahun yang lal dari setiap 100 orang perempuan Indonesia 4 orang diantaranya adalah perokok, maka dewasa ini setiap 100 orang perempuan Indonesia 7 orang diantaranya adalah perokok. Dan saat ini Prevalensi perokok perempuan di Indonesia 2,7 % tapi angka itu masuk dalam kategori paling tinggi di dunia.

Lebih memprihatinkan lagi adalah kebiasan buruk merokok juga meningkat pada generasi muda. Data Kementerian Kesehatan menunjukan bahwa prevalensi remaja usia 16-19 tahun yang merokok meningkat 3 kali lipat dari 7,1% di tahun 1995 menjadi 20,5% pada tahun 2014. Dan lebih mengejutkan adalah usia mulai merokok semakin muda (dini). Perokok pemula usia 10-14 tahun meningkat lebih dari 100% dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun, yaitu dari 8,9% di tahun 1995 menjadi 18% di tahun 2013. 

Pada hasil survei 2014 pada usia anak 13-15 tahun 1 dari 5 anak adalah merokok, survei pada anak laki-laki 1 dari 3 adalah merokok. Indonesia dikenal sebagai Baby Smoker Country karena memiliki 239.000 perokok anak dibawah umur 10 tahun. Indonesia mempunyai penduduk lebih dari 200 juta jiwa, saat ini adalah negara dengan jumlah perokok terbesar ketiga di dunia setelah China dan India.

Kenapa Anak dan Remaja Mulai Merokok ?

Melihat wawancara dengan siswa SMP pada sebuah video layanan berhenti merokok, ada salah satu jawaban dari anak tentang alasan mulai merokok, dan ia menjawab mulai merokok dan mengenal rokok karena melihat orang tuanya merokok dan melihat teman-temannya. Dari pernyataan ini menunjukkan bahwa orang tua menjadi teladan bagi anaknya saat berada di rumah.

bahaya rokok bagi kesehatan anak
foto by indonesia bebas rokok

Selain faktor melihat orang tua dan teman-temannya merokok, ada 3 faktor kenapa anak merokok:

  1. Merokok adalah gaya hidup karena cowok gak merokok itu gak keren.
    Sehingga pernyataan seperti ini dapat cepat mempengaruhi teman lainnya yang tidak merokok. Anak dan remaja sangat mudah terprovokasi, takut dibilang culun kalau gak merokok atau takut gak punya teman bergaul kalau gak mau merokok. Sama halnya dengan iklan rokok yang tayang di televisi maupun iklan rokok berupa reklame di sudut-sudut jalan. Iklan rokok yang tersebar itu sebenarnya fokus kepada perokok pemula, yaitu anak-anak dan remaja karena mereka yang melihat iklan rokok tersebut akan tertarik mencoba, lain lagi dengan usia dewasa. Rata-rata orang usia dewasa kan sudah merokok, tentu mereka akan loyal dengan rokok.
  2. Mudah nya akses bagi anak dan remaja mendapatkan rokok.
    Sekalipun anak sekolah dilarang merokok di lingkungan sekolah akan tetapi ketika mereka pulang sekolah sudah banyak warung-warung di pinggir jalan yang menjual rokok secara bebas, anak-anak usia dibawah 17 tahun diperbolehkan membeli rokok. Di halte bus, di warung dekat sekolah atau di warung dekat rumah rokok dijual bebas untuk semua kalangan.
  3. Murah nya harga rokok.
    Anak dan Remaja ketika pulang sekolah bisa membeli rokok karena memang harga rokok sangat murah. Bahkan ada iklan rokok yang menawarkan Rp 2000 dapat 3 batang. Sekalipun mereka beli 1 bungkus, mereka gak merasa keberatan karena uang jajan per harinya saja 4x lipat dari harga rokok per bungkus bahkan bisa lebih.

Kebanyakan perokok pemula ini mereka hanya ikut-ikut teman saja, mereka gak tahu akan bahaya jika mengkonsumsi rokok. Ada anak yang merokok hanya diluar rumah, tapi ketika dirumah mereka menjadi anak baik karena takut orang tua tahu kalau ia merokok, ada juga yang terang-terangan merokok di rumah dan di depan orang tuanya, akan tetapi orang tuanya tidak menegur atau marah malah membiarkan anaknya merokok. Kenapa Pak Buk? Bangga ya liat anaknya merokok?!

Bahaya Rokok bagi Anak

Rokok merupakan produk berbahaya dan adiktif (menimbulkan ketergantungan). Di dalam rokok terdapat 4000 bahan kimia berbahaya yang 69 diantaranya merupakan zat karsinogenik yang dapat menimbulkan kanker. Zat-zat bahaya yang terkandung di dalam rokok diantaranya Tar, Karbon Monoksida, Sianida, Arsen, Formalin dan lain-lain.

Rokok itu akan menurunkan fungsi otak, jika fungsi otak menurun akan mempengaruhi kecerdasan anak sehingga dapat menghambat prestasi anak di sekolah. Belum lagi dampak buruk yang menyebabkan penyakit kanker, Serangan Jantung, Paru-paru, impotensi, gangguan kehamilan dan janin dan masih banyak lagi penyakit berat lainnya.

bahaya rokok bagi kesehatan anak
Racun yang terdapat dalam rokok

Melindungi Anak dari Rokok

Ada sekitar 3 Juta siswa di Indonesia yang kena dampak rokok. Upaya-upaya untuk melindungi anak dari rokok harus diterapkan dilingkungan sekolah atau tempat umum.

  1. Ciptakan Sekolah Ramah Anak
    Biarkan anak-anak belajar di lingkungan sekolah dengan sehat tanpa ada asap rokok yang mengganggu mereka. Selain melarang anak-anak untuk tidak merokok, guru dan pegawai di sekolah juga dilarang merokok.
  2. Buat Kawasan Tanpa Rokok
    Membangun kawasan tanpa rokok ini akan memberikan ruang kepada orang-orang yang ingin hidup sehat, mereka akan terbebas dari asap rokok. Mau olahraga pagi di taman, mau Car Free Day setiap minggu pagi pun bisa bebas menghirup udara segar. Dengan memperbanyak Kawasan Tanpa Rokok ini orang yang merokok akan kesulitan menemukan tempat-tempat untuk merokok.
  3. Regulasi Pemda
    Guna melindungi anak dari rokok dan menciptakan ruang Kawasan Tanpa Rokok, peraturan pemerintah setempat juga harus tegas dan berani. Jangan mau dikendalikan atau diatur oleh pabrik rokok, tapi pemerintah yang mengatur industri rokok, yaitu dengan:
    a. menaikkan harga rokok sehingga orang akan merasa sulit membeli rokok karena pertimbangan pengeluaran yang besar, begitu juga dengan anak-anak.
    b. Menaikkan tarif cukai rokok, dengan besarnya tarif cukai yang dibebankan oleh industri rokok secara otomatis akan mempengaruhi nilai jual dari produk tersebut.

Masyarakat juga harus ikut bergerak dan bertanggung jawab tentang adiksi rokok ini. Salah satu cara mengurangi kemiskinan adalah dengan mengurangi konsumsi rokok dan beli lah beras. Jangan sampai dengan mengkonsumsi rokok terus menerus, gak bisa beli beras bahkan asupan gizi pada makanan terabaikan. Miris lagi kalau orang tua bisa terus merokok tapi pas bayar uang sekolah mereka gak mampu.

Adapun upaya-upaya pengendalian konsumsi rokok dan produk tembakau harus dilakukan secara terpadu melalui:

  1. Menerapkan kawasan tidak merokok
  2. Menyebarluaskan Informasi dan edukasi terutama bagi anak-anak melalui talkshow dan kegiatan lain.
  3. Iklan layanan masyarakat
  4. Peringatan kesehatan bergambar pada kemasan rokok
  5. Memberikan layanan upaya berhenti merokok di sekolah dan fasilitas kesehatan
  6. Melarang penjualan rokok pada anak dibawah usia 18 tahun.

Informasi penting untuk perokok aktif dan perokok pasif

Kita harus bisa terhindari jadi perokok aktif lebih-lebih bisa menghindari perokok pasif. Karena perokok pasif lebih berbahaya dari perokok aktif, bukan berarti dengan pernyataan ini kalian bisa dengan bebas memberikan pernyataan ‘mending merokok saja, gak merokok mati, merokok mati mending merokok sampai mati’.

Untuk para ayah muda: Jika kamu merokok, asap rokok akan menempel di baju yang kamu pakai. Bau asap rokok yang menempel di bajumu akan bertahan selama 3 jam, dan selama itu kamu meracuni orang di sekitar mu. Kamu memang tidak merokok di depan anakmu, tapi setelah merokok asap itu masih menempel di bajumu dan kamu bermain dengan anakmu, kamu peluk anakmu, bercanda dengan anakmu, tahukah saat itu kamu sedang meracuni anakmu dengan asap rokokmu. Mereka akan menghirup sisa-sisa asap rokok yang ada di bajumu. Itu bahaya!

poster bahaya rokok

Untuk para perempuan cantik: Rokok yang kamu hisap dapat mengganggu kehamilan dan janin, didalam kandungan janin mu tidak bisa berkembang secara normal seperti anak-anak yang lain. Anakmu adalah generasi muda penerus bangsa, tentu akan sangat membanggakan jika anakmu berprestasi.

Dari puisi Taufik Ismail:

  • Korban dari Asap Rokok sebanyak 13 ribu setiap hari di seluruh dunia, 1100 orang setiap hari di Indonesia
  • Korban Narkoba 40 orang setiap hari mati di Indonesia
  • Korban Alkohol 10 orang setiap hari mati di Indonesia

Artinya, asap rokok adalah pembunuh paling banyak di dunia.

So, Matikan rokokmu sebelum rokok mematikanmu!

bahaya rokok bagi kesehatan anak

Lihat Tulisan Berkategori Kesehatan

22 Komentar

  1. slamsr

    3 Juni 2016 at 1:29 pm

    aku gak ngerokok mar,
    ada cara mujarab biar berhenti merokok mar?

    Balas

    • Mariana

      3 Juni 2016 at 3:09 pm

      Cara mujarab berhenti merokok adalah niat dari hati

      Balas

  2. Nefertite Fatriyanti

    8 Juni 2016 at 9:07 pm

    Ngeri banget akibat merokok itu, tetapi kenapa ya banyak yang sudah tahu bahayanya, kok tetep merokok.
    Kita yang disekitarnya dirugikan

    Balas

    • Mariana

      8 Juni 2016 at 9:24 pm

      Karena adiksi mbak. Kecanduan itu lhoo.. bahaya.

      Balas

  3. aLdyputRa

    10 Juni 2016 at 9:55 am

    I’m a smoker 🙂

    Rokok itu pilihan, sudah tahu bahaya tapi masih dipilih yowes. DWYOR, kalau gitu. Hehe.. Tapi yang penting diperhatikan adalah etika dari perokok itu sendiri, kalau depan anak bayi / ibu hamil ngerokok, ya kaliii 🙂

    Balas

    • Mariana

      10 Juni 2016 at 11:27 am

      nah, karena adiksi itu. Sudah tau bahaya tapi masih merokok. Meskipun sudah berusaha untuk tidak merokok di depan umum, tapi diperhatikan juga ya kalau asap rokok yang menempel di baju itu juga bisa bahaya kalau dihirup yang disebelahmu 😀

      Balas

  4. evrinasp

    11 Juni 2016 at 7:04 am

    saya termasuk yang sebel banget sama perokok mbak, di rumah saya tidak ada yang merokok, makanya tidak ada asbak, kalau ada tamu yang merokok suka sebel kalo mereka tidak paham

    Balas

    • Mariana

      11 Juni 2016 at 10:38 am

      Nah, dirumah eyangku juga gitu mbak. Tamu pasa merokok. Biasanya sih saya nyuruh mereka merokok diluar hehehe. Atau gak langsung kabur ke belakang biar gak kena asap nya

      Balas

  5. DoNurdians

    12 Juni 2016 at 12:18 am

    widih merinding bacanya,,,semoga para peroko bisa baca ini…

    salam kenal

    Balas

    • Mariana

      12 Juni 2016 at 4:14 am

      Lebih merinding lagi kalau melihat secara langsung anak-anak merokok

      Balas

  6. Mugniar

    14 Juni 2016 at 11:44 am

    ALhamdulillah ayah dan suami saya tak merokok. Ipar laki-laki dan adik laki2 saya pun tak merokok.

    Saya pernah buat tulisan seperti ini, Mbak Mariana. Ada satu orang komen, mengambi sikap oposisi kepada saya 😀

    Oya, cara melindungi anak dari rokok adalah, salah satunya …. kalau orang tuanya perokok, mesti sadar diri dengan bahaya yang ditimbulkannya. Mirisnya, di dekat rumah saya, anak2 kecil disuruh orang tuanya beli rokok di warung. Anak2 ABG saya lihat beberapa merokok. Pasang gaya yang mereka kira keren 🙁

    Balas

    • Mariana

      14 Juni 2016 at 11:48 am

      Iya mbak.pasti lah ada orang ini itu. Kebanyakan anak2 kenal rokok dari orang tua atau keluarga. Nyuruh membeli rokok menurut saya juga salah satu faktor mereka jadi tau rokok.

      Balas

  7. Kang Alee

    14 Juni 2016 at 2:01 pm

    Ngeri banget ya, coba semua orang tahu ini, harusnya ngeri kalau mau ngerokok

    Balas

    • Mariana

      14 Juni 2016 at 2:20 pm

      Sudah adiksi kang, harus dari hati niat berhenti merokok. Tapi sedih juga anak2 merokok.

      Balas

  8. Dee - @HEYDEERAHMA

    23 Juni 2016 at 12:07 am

    Tulisanmu mengingatkan kekesalanku sama orang dewasa yang suka merokok di dekat anak kecil 🙁

    Balas

    • Mariana

      23 Juni 2016 at 12:09 pm

      jitak aja dee jitak #ehh
      mereka masih belum paham bahaya merokok dee, jadi masih banyak orang yang gak peduli 🙁

      Balas

  9. Haya Aliya Zaki

    23 Juni 2016 at 9:49 pm

    Coba ya harga rokok dibikin mahal kayak di luar negeri. Sebungkus bisa hampir 200 ribu. Gimana cobak masih pada mau beli gak. Aku sering gak tega lihat anak-anak terpaksa duduk di smoking room area karena bapak dan atau ibunya perokok. Damn!

    Balas

    • Mariana

      24 Juni 2016 at 12:31 pm

      Bincang2 kemarin juga begitu mbak haya, naikkan harga rokok.

      Gimana anak gak niru coba kalau liat bapak ibunya merokok hufff

      Balas

  10. Kang Nurul Iman

    28 Juni 2016 at 1:00 pm

    Iya mbak rokok itu memang sangat berbahaya, dan kebanyakan remaja menjadi perokok aktif itu diakibatkan karena pergaulan yang salah sehingga mereka akhirnya ikut ikutan.

    Balas

    • Mariana

      7 Juli 2016 at 7:19 pm

      kayaknya mesti dinaikkan ya mas harga rokok di Indonesia, sedih kalau liat generasi muda udah kenal rokok 🙁

      Balas

  11. Helena

    27 September 2016 at 11:41 am

    Aku gemesss kalau di ruangan ber-AC atau di taman yang harusnya ramah anak malah ada orang merokok. Pengen ku jewer deh.

    Balas

    • Mariana

      27 September 2016 at 2:16 pm

      Tegur aja mbak. Suami pernah negur penumpang yang merokok di dalam angkot, pas aku lagi awal2 hamil. Kzl ya padahal kita pengen menghirup udara segar

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik

Ikut Pemilihan Car of The Year 2017 Dapat Sepeda Motor

Siapa sih yang enggak tau tentang iCar Asia? Sebagai konsumen mobil tentu tidak asing lagi…