Home Kesehatan Atasi Maag Saat Trimester Pertama Kehamilan

Atasi Maag Saat Trimester Pertama Kehamilan

5 Menit Estimasi Baca
3
0

Saat sakit Maag tiba-tiba kambuh disaat aktivitas padat tentu akan membuat kita kesal, kerjaan jadi gak fokus, tidak tuntas, dan mungkin sebagian dari kita butuh waktu beberapa menit  hingga jam untuk istirahat sejenak. Nah, bagaimana jika sakit Maag kambuh saat hamil? Saya mengalaminya saat trimester kehamilan, dengan kondisi badan yang mual dan gak doyan makan, sebagai ibu hamil tentu mau gak mau makanan harus bisa masuk ke dalam mulut karena janin di dalam kandungan butuh asupan nutrisi dari ibunya. Lalu bagaimana saya mengatasi sakit Maag kambuh? Berikut tips Atasi Maag Saat Hamil.

Setiap wanita, kehamilan adalah sebuah kebahagiaan. Rasa penasaran dan gak sabar ingin segera bertemu buah hati sangat besar. Namun jangan lupa akan kesehatan dan kebutuhan nutrisi ibu dan janin dalam kandungan juga harus dipenuhi. Masing-masing ibu saat hamil mengalami masa-masa yang berbeda, ada yang mual muntah, ada yang hanya mual saja, ada yang tidak merasakan mual dan muntah, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Cara Mudah ‘Me Time’ di Rumah Buat Ibu Rumah Tangga

Saat ini saya sedang hamil anak pertama, saya merasakan mual setiap pagi namun saya tetap bisa beraktivitas diluar rumah ataupun di dalam rumah. Muntah kadang-kadang, lebih sering mual. Makanan tertentu gak bisa masuk mulut, misalnya makanan yang mengandung micin atau penyedap rasa yang berlebihan membuat saya makin mual dan susah makan.

Atasi Maag Saat hamil

Mungkin banyak dari ibu-ibu yang hamil  di trimester pertama merasakan susah makan. Apalagi jika ibu hamil punya sakit Maag, yang tentu akan kambuh jika tidak ada makanan yang masuk ke dalam mulut. Sudah mual, perut perih, dan badan terasa lemas. Inilah yang saya rasakan saat Maag kambuh. Selama 3 bulan saya berusaha sebisa mungkin untuk tetap bisa makan dengan enak tanpa minum obat pereda sakit Maag.

Atasi Maag Saat Trimester Pertama Kehamilan

  1. Bangun Pagi

    Ibu hamil mungkin akan merasakan malas melakukan aktivitas apapun, sampai enggan bangun pagi melihat matahari terbit. Saya juga kadang malas bangun pagi lho buk, tapi karena pagi hari harus menyiapkan baju kerja suami, memasak nasi, menyiapkan nasi buat sarapan dan bekal suami makan siang di kantor, serta harus mencuci piring (karena gak kuat mencium bau sisa makanan) jadi mau gak mau saya harus segera mencuci piring begitu selesai di pakai.Padahal pagi hari saya juga merasakan mual, namun sebisa mungkin saya harus minum dan sarapan agar Maag tidak kambuh dan perih menyiksa. Karena semakin saya menunda sarapan/makan, mual malah menjadi-jadi sehingga menghambat aktivitas.

  2. Sedia Cemilan

    Awalnya saya tidak bisa membedakan apakah mual yang saya rasakan ini karena Maag apa karena saya hamil muda. Saat saya periksa kehamilan ke Bidan, disarankan untuk sedia cemilan untuk mencegah mual. Cemilan yang disarankan misalnya biskuit, roti, dan buah-buahan.Jadi jika sewaktu-waktu mual, bisa di mulai dengan nyemil dulu sebelum makan berat. Dan emang benar, cemilan tersebut mampu membantu saya meredakan mual-mual. Cemilan yang saya sediakan dirumah bisanya biskuit kering, permen mint, dan buah pisang.atasi maag saat hamil
    Selain cemilan tersebut, saya biasanya makan telur rebus, bubur kacang ijo, atau jus alpukat di jam-jam rawan lapar misalnya di jam 10 pagi atau jam 3 sore, sehingga perut tetap ada isinya meski tidak makanan berat.

  3. Tidak ada Pantangan soal Makanan

    Saya sempet parno ketika periksa ke Bidan disarankan untuk tidak makan makanan yang banyak mengandung micin dan penyedap rasa, disarankan untuk makan sayuran yang hijau dan kalau bisa masakan rumahan karena terjamin dari segi nilai gizinya. Tapi apa daya, ketika mendapat saran untuk tidak makan ini itu saya malah drop, makin susah makan, bingung makan apa, karena ini itu gak boleh.Tapi ada secercah semangat makan saat saya periksa ke Bidan lain. Di klinik tersebut, saya di kasih sebuah kalimat ‘tidak ada pantangan soal makanan, makan ya makan aja’, mendenger kalimat itu rasanya badan langsung seger. Esoknya dan selanjutnya hingga trimester pertama berakhir saya makan apa aja yang saya inginkan.Mesti hanya bentuk omongan, soal pantangan makanan ini berhasil mensugesti pikiran saya. Setiap mau makan ini, mikir boleh gak ya, mau makan itu mikir nanti gimana. Jangan mikir buk soal makanan, yang terpenting adalah ada makanan yang masuk dalam tubuh kita, karena janin kita butuh asupan makanan dari apa yang kita makan.Kalau pendapat saya, informasi mengenai pantangan makanan untuk ibu hamil ini lebih fokus soal gizi pada makanan yang ibu makan apakah bermanfaat buat janin atau tidak. Gak usah ibu hamil, orang remaja, dewasa, atau anak-anak pun disarankan untuk tidak makan junk food, karena tidak ada nilai gizinya. Tapi kan kita tidak tiap hari makan makanan tersebut kan? hehehe pembelaan

  4. Tidak Minum Obat Sakit Maag

    Saya pernah konsultasikan ke Bidan, karena saya mual dan perut melintir perih. Bidan tidak memberi saya obat Maag hanya saja Bidan menyarankan saya untuk tetap makan sedikit demi sedikit, yang penting ada makanan yang masuk.Dalam kondisi seperti ini, saya lebih mementingkan bagaimana agar Maag saya tidak kambuh selama hamil dan tetap bisa makan dengan enak bukan mencoba mencari obat Maag apa yang bisa diminum oleh ibu hamil. Saya lebih memilih mencegah Maag muncul setiap hari daripada saya harus tergantung dengan obat Maag. Karena mual dan Maag yang saya rasakan di awal kehamilan ini kurang lebih 3 bulan, jadi tidak mungkin saya mengkonsumsi obat Maag selama itu. Masih banyak vitamin lain yang harus saya minum untuk kebutuhan janin saya.

    Baca Juga: Tips Memilih Botol Susu untuk Bayi Baru Lahir

  5. Konsultasi ke Bidan/Dokter

    Ibu hamil disarankan untuk rutin kontrol kehamilan untuk mengetahui berkembangan ibu dan janin dalam kandungan. Selain itu juga Ibu bisa menceritakan mengenai keluhan-keluhan yang dialami ibu selama kehamilan dan bagaimana cara mengatasinya.

    Atasi Maag saat hamil
    Konsultasi ke Bidan

    Dan jangan malu untuk bertanya atau bercerita ke Bidan mengenai kehamilan ya bu.

Kondisi setiap ibu hamil berbeda-beda, yang terpenting tetap makan makanan yang kaya nutrisi dan memenuhi kebutuhan janin dalam kandungan. Periksa kehamilan secara rutin ke Bidan kepercayaan ibu sehingga terhindar dari masalah kehamilan yang serius.

Pada trimester pertama kehamilan adalah hal yang biasa jika ibu mengalami mual dan susah makan, namun jika usia kandungan sudah memasuki 16 minggu, rasa mual dan susah makan akan hilang secara perlahan-lahan. Saat saya menulis tulisan ini usia kandungan saya sudah memasuki 20 minggu, saya sudah mulai makan dengan enak dan sudah merasakan mudah lapar. Jadi lebih banyak makan dan nyemil.

Jangan cari obat nya apa, tapi cari bagaimana mencegahnya. Salam Sehat 🙂

Lihat Tulisan Berkategori Kesehatan

3 Komentar

  1. kania

    17 November 2016 at 12:22 pm

    Jadi inat waktu hamil, apapun yg dimakan keluar apalagi mencium bau telur langsung muntah.

    Balas

  2. film keluarga terbaik 2016

    7 Januari 2017 at 10:20 am

    Mantap 😀

    Balas

  3. Jalan-Jalan KeNai

    7 Januari 2017 at 9:00 pm

    saya gak mengalami mual atau muntah sama sekali. Hamil kebo kalau kata banyak orang 😀

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik

Ikut Pemilihan Car of The Year 2017 Dapat Sepeda Motor

Siapa sih yang enggak tau tentang iCar Asia? Sebagai konsumen mobil tentu tidak asing lagi…