Home Kesehatan 3 Penyebab Mengapa Wanita Pekerja Rentan Mengalami Anemia

3 Penyebab Mengapa Wanita Pekerja Rentan Mengalami Anemia

5 Menit Estimasi Baca
6
0

Jakarta, 16 Maret 2015 – Dalam peluncuran kampanye Indonesia Bebas Anemia, terkuak fakta bahwa sebanyak 35% wanita pekerja di Indonesia rentan mengalami anemia. Karena wanita mempunyai peran ganda sebagai ibu dan pekerja, sehingga asupan gizi yang dikonsumsi oleh ibu jadi kurang.

Anemia adalah kondisi tidak sehat dimana kadar Hemoglobin (Hb) darah lebih rendah dari normal. Untuk mengetahui berapa kadar Hb dalam tubuh kita bisa melakukan pemeriksaan laboratorium.

“1 dari 5 orang di Indonesia mengalami Anemia.” – DR. Dr. Yustina Anie Indriastuti, MSc, SpGK, Wakil Ketua PP-PDGMI

Sering orang banyak mengira, termasuk saya ini bahwa Anemia disebabkan karena tekanan darah rendah, padahal tidak. Untuk mengetahuinya harus melakukan cek laboratorium terlebih dahulu agar kita tahu berapa kadar Hb pada tubuh kita. Hemoglobin (Hb) adalah suatu zat di dalam Sel Darah Merah yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan menghantarkannya ke seluruh sel jaringan tubuh.

Gejala Anemia:

  • Jika kekurangan Oksigen dalam sel, maka timbul gejala 5L yaitu Lesu, Letih, Lemah, Lelah dan Lalai.
  • Sakit Kepala
  • Pusing (kepala terasa berputar)
  • Mata berkunang-kunang
  • Mudah mengantuk
  • Mudah Capek
  • Sulit konsentrasi
  • Pada keadaan yang sudah lebih berat, muka, mata, bibir, kuku dan telapak tangan akan terlihat pucat.

“Gejala Anemia yang pada umumnya dirasakan oleh penderita antara lain  merasa pusing, mudah lelah, dan sulit berkonsentrasi. Pengaturan pola hidup sehat diperlukan guna mengatasi Anemia. Apabila tidak ditindaklanjuti akan membawa kepada kondisi Anemia yang berkepanjangan dan lebih berbahaya nantinya”, ujar DR. Dr. Yustina Anie.

Lebih lanjut Ibu Anie menegaskan dalam papaarannya, “Bagi para pekerja yang aktif dengan kesibukannya sehari-hari, baik personal maupun profesional, menjalankan pola hidup yang sehat dengan mempraktekkan pola makan bergizi seimbang menjadi suatu tantangan. Hal ini dapat meningkatkan risiko menderita Anemia, yang berdampak pada menurunnya produktivitas serta kurangnya perhatian terhadap keluarga. Perlu diketahui bahwa 35% wanita pekerja Indonesia mengalami penurunan kinerja yang diakibatkan oleh Anemia. Penurunan kinerja ini dapat mencapai hingga 20% atau bisa mencapai 6,5% jam per minggu.”

3 Penyebab Mengapa Wanita Pekerja Rentan Mengalami Anemia

1). Wanita pekerja membutuhkan zat besi lebih banyak untuk melakukan aktivitas sehari-hari, baik sebagai pekerja maupun pekerjaan dirumah

Seperti yang disampaikan Mona Ratuliu, “Seorang wanita yang aktif bekerja dan memiliki keluarga dengan begitu banyak kegiatan haruslah senantiasa memperhatikan kondisi fisik setiap harinya. Saya mengerti bahwa wanita aktif sangat rentan terhadap berbagai penyakit terutama Anemia. Oleh karena itu cara yang saya lakukan untuk mencegah gejala anemia dengan mengkonsumsi makanan yang bernutrisi, memiliki suplemen zat besi dan sudah tentu menjalankan hidup sehat”

Mona juga bercerita bagaimana menjadi ibu pekerja selain fokus dengan kerjaan juga harus fokus mengurus suami dan anak. Pagi-pagi menyiapkan makanan untuk suami dan anak, kadang malah si Ibu lupa sarapan sebelum berangkat ke kantor karena berbagai macam alasan, misalnya telat atau takut macet dijalan. Sekalinya mungkin bisa sarapan, mungkin si Ibu sarapan seadanya di dekat kantor, adanya gorengan ya sudah deh beli gorengan, harusnya makanan bergizi tapi makan makanan yang gak sehat. Itu kenapa ibu pekerja sangat rentan anemia, fokus sama suami dan anak, tapi sama diri sendiri sering lupa.

2). Siklus menstruasi, periode kehamilan dan masa menyusui

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Riset Kesehatan Dasar (Rakesda) tahun 2013, proporsi prevalensi Anemia di Indonesia pada Perempuan usia 13 – 18 tahun sebesar 22,7 % ; 22,7 % pada perempuan usia 15 -49 tahun dan 37,1 % pada ibu hamil.

Pada saat remaja putri mengalami menstruasi akan terjadi peningkatan kebutuhan zat besi dan jika wanita yang sedang hamil mengalami anemia maka risikonya adalah Pendarahan pada waktu melahirkan dan berisiko Bayi lahir dengan Berat Badan Rendah (BBLR).

Tabel Rekomendasi Asupan Zat Besi per Hari: (sumber AKG 2014)

KELOMPOK UMUR

ZAT BESI (g)

Hamil (+an)

Trimester I

Trimester II

+9

Trimester III

+13

Menyusui (+an)

6 bulan pertama

+6

6 bulan kedua

+8

3). Pola Hidup yang tidak sehat:

  • Kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi.
    Makanan yang kaya sumber zat besi bisa didapat dari Bahan Makanan Hewani, misalnya ati ayam, daging (sapi dan kambing), unggas (ayam, bebek, burung) dan ikan. Sumber zat besi dari bahan makanan nabati (tumbuh-tumbuhan) tetapi penyerapan zat besi dari sumber nabati rendah misalnya sayuran yang berwarna hijau tua (bayam, daun singkong kangkung)
  • Pola tidur tidak teratur dan kurang istirahat, yang dapat menyebabkan daya tahan tubuh turun sehingga mudah terjangkit penyakit infeksi serta produktivitas kerja menurun.

Bagaimana Mencegah Anemia?

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk makan makanan yang kaya sumber zat besi dari sumber makanan hewani
  • Konsumsi makanan yang meningkatkan penyerapan zat besi, seperti jeruk dan makanan hewani (daging, ikan dan unggas)
  • Tidak mengkonsumsi Teh, kopi atau susu bersamaan saat makan karena akan menurunkan penyerapan zat besi dari makanan
  • Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran
tumpeng gizi seimbang
Tumpeng Gizi Seimbang

Anemia merupakan ‘silent disease’ yang bisa menyerang siapa saja. Dinamakan ‘silent disease’ karena gejala yang muncul pada penderita anemia merupakan gejala umum yang sering dirasakan saat kondisi tubuh mengalami gangguan seperti pucat, pusing berkunang-kunang, lemas, kurang konsentrasi dan mudah mengantuk. Dampak anemia terhadap penurunan produktivitas penderita anemia merupakan masalah yang harus ditangani bersama, untuk generasi yang berprestasi dan berkarya.

Anie Rachmayani, Head of Marketing Consumer Health PT Merck Tbk. Indonesia menuturkan, “Kami memahami bahwa produktivitas kerja, baik bagi pria maupun wanita dapat terganggu karena penurunan kondisi fisik yang diakibatkan anemia. Kami sudah melakukan kampanye edukasi mengenai anemia sejak beberapa tahun terakhir. Kami bangga kini dapat berkolaborasi dengan PDGMI untuk lebih meningkatkan lagi kesadaran masyarakat akan pentingnya pemahaman mengenai gejala anemia untuk menyukseskan “Indonesia Bebas Anemia.”

PDGMI (Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia) dan Merck ajak masyarakat indonesia dalam kampanye Indonesia Bebas Anemia. Kampanye ini dicanangkan sebagai reaksi terhadap kurangnya pemahaman masyarakat terhadap anemia yang menyebabkan besarnya persentase penderita anemia di Indonesia.

Indonesia Bebas Anemia
Tanya Center Anemia ada di Peluncuran Kampanye Indonesia Bebas Anemia

Selain peluncuran resmi kampanye publik Indonesia Bebas Anemia ini Merck juga melakukan inisiatif lainnya seperti kampanye digital yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam meningkatkan kesadaran anemia melalui ribuan hashtag #IDBebasAnemia dimana kota-kota besar yang berhasil mengumpulkan hashtag terbanyak akan dikunjungi oleh booth kesehatan gratis “Tanya Anemia Center” dimana para pengunjung dapat memperoleh edukasi mengenai anemia dan melakukan screening test dengan menggunakan “Anemiameter”

Lihat Tulisan Berkategori Kesehatan

6 Komentar

  1. Winda Carmelita

    19 Maret 2016 at 1:46 pm

    Wah, kemarin aku dari UGD waktu sakit, dokternya ngeyel katanya aku anemia. Sedih deh, padahal aku kayak kutu loncat gini hehehe

    Balas

    • Mariana

      20 Maret 2016 at 1:19 pm

      tes Hb dulu mak coba hasilnya gimana 🙂

      Balas

  2. Mugniar

    24 Maret 2016 at 9:37 am

    Perempuan yang bekerja di luar rumah maupun yang di dalam rumah saja, sama2 berisiko yah, apalagi kalau menstruasi.

    Balas

    • Mariana

      25 Maret 2016 at 10:45 am

      iya mak mugniar.. kalau mens pasti lemes gak bisa maksimal kerjanya

      Balas

  3. Iman Lukman

    2 April 2016 at 1:48 pm

    Informasi yang sangat keren sekali dan juga bermanfaat, terima kasih ya mbak 🙂

    Balas

    • Mariana

      2 April 2016 at 3:30 pm

      sama-sama .. semoga bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari 🙂

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik

Ikut Pemilihan Car of The Year 2017 Dapat Sepeda Motor

Siapa sih yang enggak tau tentang iCar Asia? Sebagai konsumen mobil tentu tidak asing lagi…