Home Blog Wujudkan Kejayaan Petani dengan LEM Sejahtera

Wujudkan Kejayaan Petani dengan LEM Sejahtera

2 Menit Estimasi Baca
4
0
3

Indonesia kaya akan hasil pertanian dan perkebunan yang melimpah ruah. Baik di pedesaan atau di daerah-daerah yang masing-masing mempunyai keunggulan hasil panen. Begitu kaya bukan, dengan hasil-hasil tersebut para petani bisa mewujudkan kejayaannya dengan LEM Sejahtera yang bisa bersinergi dengan program pemerintah lainnya.

Bapak Bambang, Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sulawesi Tenggara menjelaskan tentang seluk beluk Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) Sejahtera yang bisa diterapkan di setiap daerah, dengan unit kelompok para petani desa. Tentu ada banyak permasalahan perkebunan rakyat. Sub sistem Agribisnis Hulu, Budidaya, Pasca panen dan Pengolahan, Pemasaran dan Lembaga penunjang akan berpengaruh terhadap daya saing produk, produktivitas, kualitas, kontinuitas dan kuantitas.

Belum lagi isu konsumen di Pasar Global tentang Keamanan pangan, Mutu dan Standarisasi, Perubahan Gaya Hidup, Pengawasan Sistem Mutu, Kelestarian Lingkungan Hidup dan adanya krisis ekonomi global.

Padahal kalau dilihat dari Tabel Rata-rata Produktivitas dan Potensi Produktivitas Komoditas Pertanian, dari masing-masing hasil perkebunan mempunyai potensi :

P1120716

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa perbandingan antara capaian produktivitas perkebunan rakyat dengan potensi produksi Karet, Kakao, Kelapa, Kopi, Jambu, Lada dan lainnya belum sesuai dengan harapan.

Perkebunan rakyat dengan pengelolaan yang lebih baik diyakini akan memiliki daya tahan dan daya saing yang lebih tinggi dibanding perkebunan besar. Keragaman komoditas pada pola perkebunan rakyat dapat menjadi kekuatan petani ketika harga komoditi tertentu berfluktuasi harganya, disamping itu juga memiliki resisten yang lebih tinggi terhadap serangan OPT.

Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) Sejahtera memiliki konsep mengabungkan petani yang fokus ke satu komoditas dengan mengikuti subsidi silang antar desa. LEM Sejahtera menjadi perekat persatuan dan kesatuan bagi seluruh warga desa dari berbagai latar belakang perbedaan (mata pencaharian, kelompok, suku, agama, dan pandangan politik) serta bersinergi dengan program dari seluruh instansi yang melaksanakan kegiatan pembangunan di tingkat desa.

Kelembagaan petani ini merupakan lembaga ekonomi desa yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat desa dengan pendekatan kearifan lokal, dimana seluruh warga desa menghimpun kekuatan swadaya untuk mendayagunakan potensi sumber daya yang tersedia guna meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya.

P1120727

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengembangkan lembaga ekonomi berbasis masyarakat desa dalam wujud Lembaga Ekonomi Masyarakat Sejahtera. Lembaga ini bertujuan menghimpun segala potensi sumber daya desa dalam satu kekuatan untuk meningkatkan kemandirian, perekonomian, dan kesejahteraan warga

Dalam lembaga ini, petani bisa meminjam modal untuk kebutuhan produksi dengan syarat dan ketentuan ringan. LEM Sejahtera juga bisa menyatukan sarana produksi atau pengolahan lanjutan hasil produksi untuk meningkatkan nilai jual produk pertanian.

P1120733

LEM Sejahtera juga bersinergi dengan program Nawacita yang mana LEM sejahtera ini mampu meningkatkan daya saing Hulu, Budidaya, Pasca Panen & Pengolahan, Pemasaran dan Sinergi Lembaga penunjang.

Lemahnya daya saing petani terutama akibat kurangnya akses terhadap teknologi, modal dan pasar. Penguatan posisi tawar petani melalui kelembagaan merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendesak dan mutlak diperlukan, agar mereka dapat bersaing dalam melaksanakan kegiatan usaha tani dan dapat meningkatkan kesejahteraan. Dan keberadaan Kementeria Pertanian RI diharapkan menjadi hargda terdepan untuk memfasilitasi keterpaduan kegiatan pembangunan yang pro petani dari semua kementerian/lembaga.

Lihat Tulisan Berkategori Blog

4 Komentar

  1. Priyo Harjiyono

    21 Desember 2015 at 1:28 pm

    Lho mbak mariana pindah ke sultra?

    Balas

    • Mariana

      22 Desember 2015 at 4:43 am

      enggak mas. ini waktu sharing sama pak bambang di Jakarta 🙂

      Balas

  2. momtraveler

    23 Desember 2015 at 3:36 am

    semoga para petani kita makin sejahtera ya mbak. sedih kalo liat petani INdonesia padahal kita negara agraris

    Balas

    • Mariana

      28 Desember 2015 at 7:12 am

      amin mbak …
      di daerah apalagi banyak petani, semoga makin sejahtera 🙂

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Kalah Menarik

Ikut Pemilihan Car of The Year 2017 Dapat Sepeda Motor

Siapa sih yang enggak tau tentang iCar Asia? Sebagai konsumen mobil tentu tidak asing lagi…